Bukan Cuma Soal Teknologi, DLH Makassar Dorong Warga Ubah Mindset Kelola Sampah

  • Bagikan

MAKASSAR – Upaya mewujudkan Makassar Bebas Sampah 2029 tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, anggaran, maupun program pemerintah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar menilai perubahan perilaku masyarakat menjadi salah satu kunci utama untuk mencapai target tersebut.

Kepala DLH Kota Makassar, Helmi Budiman,,Rabu, 30 September 2026 mengatakan tantangan terbesar dalam penanganan sampah bukan hanya persoalan sarana dan prasarana, tetapi bagaimana mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.

“Perubahan paradigma ini cukup berat kita lakukan karena ini kan merubah mindset kita,” kata Helmi dalam dialog tersebut.

Ia menjelaskan, penanganan sampah membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak dari sumber. Kebiasaan memilah dan mengelola sampah perlu dibangun mulai dari lingkungan rumah tangga hingga lingkungan masyarakat.

Untuk mendorong perubahan tersebut, DLH Makassar tidak bergerak sendiri. Sejumlah organisasi perangkat daerah turut dilibatkan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Kecamatan hingga tingkat RT/RW ikut berperan dalam menyampaikan edukasi mengenai pengelolaan dan pemilahan sampah. Dinas Pendidikan juga turut mengambil bagian dengan memberikan pemahaman kepada guru dan peserta didik mengenai pentingnya pengelolaan sampah.

Menurut Helmi, edukasi kepada generasi muda menjadi bagian penting karena perubahan perilaku perlu dibangun secara berkelanjutan.

Ia berharap semakin banyak pihak ikut terlibat dalam gerakan perubahan perilaku masyarakat, sehingga pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai urusan pemerintah semata.

“Berbicara masalah sampah bukan lagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Helmi menegaskan, keberhasilan program Makassar Bebas Sampah 2029 sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi masyarakat.

Karena itu, perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah dari rumah, mengurangi sampah yang dihasilkan, serta memastikan sampah dikelola dengan baik.

Dengan kolaborasi pemerintah, kecamatan, RT/RW, dunia pendidikan, dan masyarakat, DLH Makassar berharap perubahan mindset tersebut dapat menjadi gerakan bersama menuju Kota Makassar yang lebih bersih dan berkelanjutan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *