MAKASSAR – Aksi Jumat Bersih di kawasan Gabungan Dinas Kota Makassar tidak berhenti pada kegiatan mengumpulkan sampah. Pemerintah Kota Makassar juga memastikan sampah hasil pembersihan diangkut untuk menuju proses pengelolaan berikutnya dengan dukungan enam armada.
Sebanyak tiga dump truck dan tiga kendaraan roda tiga dikerahkan untuk mendukung aksi tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmi Budiman, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik, dimulai dari lingkungan kerja.
“Bersihnya dimulai dari tempat kita bekerja,” kata Helmi.
Jumat Bersih kali ini melibatkan empat perangkat daerah yang bergerak bersama di kawasan Gabungan Dinas, yakni DLH Kota Makassar, Distaru Kota Makassar, Dinas PU Kota Makassar, dan Bapenda Kota Makassar.
Menurut Helmi, kolaborasi tersebut penting karena persoalan kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi.
“Kebersihan lingkungan bukan pekerjaan satu pihak. Sinergi antarperangkat daerah harus terlihat dari kebiasaan sehari-hari, termasuk bagaimana kita memilah dan mengelola sampah dari lingkungan kerja sendiri,” ujarnya.
Enam armada yang dikerahkan memiliki peran dalam mendukung mobilisasi sampah yang dikumpulkan selama kegiatan. Tiga dump truck dan tiga kendaraan roda tiga membawa sampah hasil Jumat Bersih menuju tahapan pengelolaan selanjutnya.
Bagi DLH Makassar, kegiatan ini bukan sekadar membuat kawasan perkantoran terlihat bersih. Lebih jauh, Jumat Bersih diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk dengan memilah sampah sejak dari sumber.
Helmi mengajak seluruh pegawai dan perangkat daerah untuk membawa kebiasaan tersebut ke lingkungan masing-masing.
“Kalau lingkungan kerja bisa kita jaga bersama, lingkungan rumah juga pasti bisa. Pilah sampah ta’, jaga bersihnya, dan teruskan kebiasaan baiknya,” katanya.
Dengan keterlibatan empat SKPD dan dukungan enam armada, Jumat Bersih di kawasan Gabungan Dinas menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih sekaligus mendorong budaya pengelolaan sampah yang lebih tertib.










