MAKASSAR Terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) SMP Negeri 21 Makassar, Darwis Djafar SE. M.Ak tidak ingin kepengurusan barunya hanya berhenti pada seremoni pembentukan organisasi.
Ketua IKA pertama SMP Negeri 21 Makassar itu, langsung menyiapkan sejumlah agenda strategis yang akan dijalankan dalam 100 hari pertama kepengurusan.
Program tersebut dirancang untuk membangun fondasi organisasi, memperkuat hubungan antar lulusan, menghadirkan kepedulian sosial, membuka jaringan profesional, hingga mendorong kontribusi nyata alumni kepada almamater.
Darwis membagi program kerja 100 hari tersebut dalam beberapa tahapan.
Bulan Pertama: Konsolidasi dan Pembenahan Organisasi
Pada 30 hari pertama, fokus IKA diarahkan pada konsolidasi dan pembenahan organisasi.Sejumlah agenda yang akan dilakukan di antaranya pembentukan tim kerja awal, pendataan dan registrasi alumni, serta membangun media komunikasi alumni.
IKA juga akan melaksanakan pertemuan bersama pengurus, perwakilan setiap angkatan, tokoh-tokoh senior alumni, serta pihak sekolah SMP Negeri 21 Makassar.
Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk menyatukan visi sekaligus memetakan potensi alumni yang tersebar di berbagai bidang.
“Di awal ini kami ingin membangun fondasi organisasi terlebih dahulu. Alumni harus terdata, komunikasi harus terbangun, dan semua unsur harus bisa duduk bersama,” ujar Darwis.
Hari ke-30 hingga ke-60: IKA Peduli dan Alumni Connect
Memasuki hari ke-30 sampai ke-60, IKA mulai bergerak melalui program IKA Peduli.
Program ini diarahkan untuk membangun kepedulian antarsesama alumni, terutama membantu alumni yang sedang membutuhkan dukungan.
Kegiatannya dapat berupa santunan sosial, aksi kemanusiaan, hingga penggalangan dana untuk kegiatan sosial.
Bagi Darwis, ikatan alumni bukan hanya tentang bernostalgia dengan masa sekolah. Lebih dari itu, IKA harus mampu menjadi tempat bagi alumni untuk saling menguatkan.
Selain IKA Peduli, pada tahap ini juga akan dijalankan program Alumni Connect.
Program tersebut dirancang untuk membangun jaringan profesional antarsesama alumni SMP Negeri 21 Makassar.
Melalui Alumni Connect, para alumni dapat membangun networking, berbagi informasi peluang kerja, membuka kolaborasi usaha, sekaligus saling membantu mempromosikan usaha yang dimiliki alumni.
“Alumni kita datang dari berbagai profesi dan bidang usaha. Potensi ini yang ingin kami hubungkan. Harapannya, alumni bisa saling membuka peluang dan saling mendukung,” jelas Darwis.
Memperkuat Hubungan dengan Almamater
Pada tahap yang sama, IKA juga akan memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pihak sekolah.
Pengurus akan mengidentifikasi kebutuhan SMP Negeri 21 Makassar yang memungkinkan mendapatkan dukungan dari alumni.
Dengan demikian, kontribusi alumni tidak berjalan sendiri, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas almamater.
Hal ini sejalan dengan harapan Kepala SMP Negeri 21 Makassar, Nirmala Dewi, yang menginginkan IKA dapat menjadi mitra sekolah.
Ia berharap para alumni mampu berkolaborasi dan bersinergi dalam mendukung berbagai kegiatan sekolah, termasuk kegiatan yang dilakukan para siswa.Menurutnya, alumni merupakan salah satu modal utama yang dimiliki sekolah.
Hari ke-60 hingga ke-100: IKA Mengabdi untuk Almamater
Memasuki hari ke-60 hingga ke-100, alumni SMP Negeri 21 Makassar tahun 1995 ini, menyiapkan program kolaborasi dan kontribusi berkelanjutan.
Salah satu program yang akan didorong adalah “IKA Mengabdi untuk Almamater”.
Program ini diarahkan untuk melahirkan sedikitnya satu bentuk kontribusi nyata alumni kepada SMP Negeri 21 Makassar.
Konsep yang dibangun adalah “Satu Alumni, Satu Kontribusi”. Kontribusi tersebut tidak selalu harus berupa materi. Alumni dapat berkontribusi melalui ilmu, pengalaman, keahlian, jaringan, tenaga, maupun gagasan sesuai kemampuan masing-masing.
Dengan konsep tersebut, setiap alumni memiliki ruang untuk mengambil bagian dalam mendukung almamater.
Dengan tujuh agenda utama tersebut, Darwis berharap 100 hari pertama kepengurusan dapat menjadi pijakan untuk membangun IKA SMP Negeri 21 Makassar yang lebih solid dan berkelanjutan.
Baginya, terpilih sebagai ketua pertama bukan sekadar sebuah jabatan, tetapi amanah untuk membuka jalan bagi para alumni agar kembali terhubung dengan almamater.
“Harapannya, IKA ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi menjadi rumah bersama bagi alumni dan bisa memberikan manfaat nyata untuk sesama alumni maupun almamater,” tutup Darwis.










