Keren! BSU Jemaat Rama Paropo Kumpulkan 1,9 Ton Sampah Anorganik, Warga Konsisten Jaga Lingkungan

  • Bagikan

MAKASSAR – Gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus menunjukkan hasil positif di Kota Makassar. Bank Sampah Unit (BSU) Jemaat Rama, RW 01, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, kembali melaksanakan kegiatan penimbangan sampah anorganik secara rutin pada Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus BSU bersama para nasabah yang secara aktif memilah dan menyetorkan sampah anorganik dari lingkungan masing-masing. Konsistensi warga ini menjadi salah satu bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan sekaligus mengurangi timbulan sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.

Pada periode penimbangan sebelumnya, para nasabah BSU Jemaat Rama berhasil mengumpulkan sekitar 1,9 ton sampah anorganik, di luar sampah botol. Capaian tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam menjadikan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi sebagai bagian dari gerakan pengelolaan lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat tidak sekadar menjadi aktivitas mengumpulkan sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk membangun kebiasaan memilah dari sumber.

“Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aksi memungut sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan,” ujar Helmy.

Menurutnya, keberadaan bank sampah memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat. Sampah anorganik yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah kini dapat dipilah, dikumpulkan, dan dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai ekonomi.

Kegiatan rutin BSU Jemaat Rama juga menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan secara konsisten melalui kolaborasi antara pengurus, nasabah, dan masyarakat di tingkat lingkungan.

Melalui sistem penimbangan dan penyetoran sampah, warga memiliki motivasi untuk memilah sampah dari rumah. Selain menjaga lingkungan tetap bersih, kegiatan tersebut juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang berpartisipasi.

DLH Kota Makassar terus mendorong penguatan bank sampah sebagai bagian dari strategi pengurangan sampah dari sumber. Semakin banyak sampah yang dipilah dan dikelola di tingkat masyarakat, semakin sedikit pula sampah yang harus dibawa ke tempat pemrosesan akhir.

Capaian 1,9 ton sampah anorganik yang berhasil dikumpulkan nasabah BSU Jemaat Rama menjadi bukti bahwa gerakan kecil yang dilakukan secara rutin dapat menghasilkan dampak besar bagi lingkungan.

Gerakan tersebut diharapkan terus berkembang dan menginspirasi warga di wilayah lain untuk menjadikan pilah sampah dari rumah sebagai kebiasaan sehari-hari menuju Kota Makassar yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *