Benarkah Rabu Wekasan Sunnah Rasulullah? Ini Penjelasan Ulama dan Amalan yang Dianjurkan

  • Bagikan

MAKASSAR – Setiap tahun, sebagian masyarakat Muslim di Indonesia memperingati Rabu Wekasan, yaitu hari Rabu terakhir di bulan Safar. Tahun ini, Rabu Wekasan jatuh pada 21 Agustus 2025 atau 27 Safar 1447 H.

Tradisi ini diyakini oleh sebagian umat sebagai waktu turunnya bala atau musibah, sehingga ada yang menganjurkaan memperbanyak doa dan amal shalih untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Syaikh Abdul Hamid Al-Makki dalam Kanzun Najah wa as-Surur mengatakan:

اِعْلَمْ أَنَّ مَجْمُوعَ الَّذِي نُقِلَ مِنْ كَلَامِ الصَّالِحِينَ – كَمَا يُعْلَمُ مِمَّا سَيَأْتِي – أَنَّهُ يَنْزِلُ فِي كُلِّ أَرْبِعَاءِ مِنْ صَفَرٍ بَلَاءٌ عَظِيمٌ، وَأَنَّ الْبَلَاءَ يُفَرَّقُ فِي سَائِرِ السَّنَةِ كُلِّهَا يَنْزِلُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ

“Ketahuilah bahwa jumlah yang dinukil dari perkataan orang-orang saleh—sebagaimana diketahui dari apa yang akan datang—bahwa pada setiap hari Rabu di bulan Safar, turun bala yang besar, dan bala tersebut tersebar sepanjang tahun, seluruhnya turun pada hari tersebut.”

Masih dalam kitab yang sama, dengan mengutip pendapat para arifin dari kalangan ahli kasyaf dan tamkin, Syaikh Abdul Hamid lebih spesifik menyebutkan jumlah bala yang diturunkan pada hari tersebut:

ذَكَرَ بَعْضُ الْعَارِفِينَ، مِنْ أَهْلِ الْكَشْفِ وَالتَّمْكِينِ – أَنَّهُ يَنْزِلُ فِي كُلِّ سَنَةٍ ثَلَاثُمِائَةِ أَلْفِ بَلِيَّةٍ وَعِشْرُونَ أَلْفًا مِنَ الْبَلِيَّاتِ، وَكُلُّ ذَلِكَ فِي يَوْمِ الْأَرْبِعَاءِ الْأَخِيرِ مِنْ صَفَرٍ، فَيَكُونُ ذَلِكَ الْيَوْمُ أَصْعَبَ أَيَّامِ السَّنَةِ.ءِ مِنْ صَفَرٍ بَلَاءٌ عَظِيمٌ، وَأَنَّ الْبَلَاءَ يُفَرَّقُ فِي سَائِرِ السَّنَةِ كُلِّهَا يَنْزِلُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ

“Sebagian arifin dari kalangan ahli kasyaf dan tamkin menyebutkan bahwa setiap tahun turun 320.000 bencana, dan semuanya itu terjadi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, sehingga hari itu menjadi hari yang paling sulit dalam setahun.”

Namun, sejumlah ulama lainnya menegaskan bahwa Rabu Wekasan bukanlah sunnah Rasulullah SAW. Tidak ada hadits shahih yang menyebutkan keutamaan Rabu terakhir bulan Safar maupun amalan khusus pada hari tersebut.

Amalan yang Dianjurkan

Meski tidak ada dalil khusus, sejumlah ulama menyebut bahwa amalan di Rabu Wekasan tetap baik dilakukan karena pada dasarnya merupakan ibadah yang dianjurkan kapan saja, seperti:

  • Membaca Al-Qur’an (misalnya Surah Yasin).

  • Memperbanyak istighfar dan shalawat.

  • Shalat sunnah hajat atau taubat.

  • Bersedekah kepada fakir miskin.

“Rabu Wekasan tidak ada dalam sunnah Nabi, tetapi doa, zikir, sedekah, dan shalat yang dilakukan tetap bernilai ibadah karena itu memang dianjurkan syariat setiap waktu,” jelas sejumlah ulama fikih.

Antara Tradisi dan Takhayul

Sebagian masyarakat masih menganggap bulan Safar sebagai bulan penuh musibah. Padahal Rasulullah SAW sendiri menolak anggapan buruk terhadap waktu tertentu. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda: “Tidak ada kesialan pada bulan Safar.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan demikian, umat Islam dihimbau agar tidak meyakini secara mutlak bahwa Rabu Wekasan adalah hari bala, melainkan menjadikannya momentum untuk memperkuat doa, ibadah, dan kepedulian sosial.

  • Bagikan
Exit mobile version