WATTUNNAMI Beri Intervensi sebelum Stunting Terjadi

  • Bagikan

MAKASSAR–Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, WATTUNNAMI membawa semangat perubahan dari hulu—memberi intervensi sebelum stunting benar-benar terjadi. Kegiatan ini dilakukan setiap hari Jumat, dengan harapan menjadi pola baru pencegahan stunting berbasis komunitas.

Ke depan, aksi WATTUNNAMI akan terus bergulir dengan melibatkan lebih banyak pelaku usaha lokal serta menyajikan variasi asupan seperti susu dan makanan tambahan lainnya untuk menunjang gizi balita.

Lewat gerakan kecil yang konsisten dan menyentuh langsung, Bontoala menyalakan harapan, menuju generasi bebas stunting yang lebih sehat, aktif, dan unggul.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Kelurahan Barayya ini dihadiri langsung oleh Lurah Barayya, Plt. Kepala UPT KB Kecamatan Bontoala, serta para penyuluh KB (PKB/PLKB). Sebanyak 30 penerima manfaat, terdiri dari 20 balita dan 20 ibu, hadir secara langsung dan menerima manfaat dari kegiatan ini.

Menurut penyelenggara, WATTUNNAMI merupakan bentuk intervensi dari hulu dalam upaya percepatan penurunan stunting. Meskipun gerakan serupa telah banyak dilakukan di berbagai wilayah, WATTUNNAMI diharapkan dapat menciptakan resonansi positif dan menginspirasi lebih banyak elemen masyarakat untuk terlibat secara aktif dan berkelanjutan.

“Ini bukan aksi satu kali. Ke depannya, kegiatan seperti ini akan dijadwalkan rutin setiap hari Jumat, dengan variasi menu bergizi seperti susu dan makanan tambahan lainnya,” ujar salah satu penyuluh dari UPT KB Bontoala.

  • Bagikan
Exit mobile version