Makassar – Suasana haru dan penuh kebersamaan menyelimuti kegiatan Ifthar Muslimah Wahdah Islamiyah yang digelar di Pusat Dakwah Muslimah, depan Malikah Bakery, Jl. Antang Raya No.41 B, Jumat (27/2/2026).
Sebanyak 6.300 paket ifthar berhasil tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dalam momentum Ramadan yang penuh berkah. Angka tersebut menjadi bukti kuatnya solidaritas dan semangat berbagi yang terus tumbuh di tengah umat.
Program sosial tahunan ini diselenggarakan oleh Muslimah Wahdah Islamiyah dengan melibatkan ratusan relawan muslimah, pengurus, serta dukungan para donatur dari berbagai kalangan. Sejak pagi hari, para relawan telah mempersiapkan paket berbuka dengan penuh semangat dan kekompakan.
Pembagian dilakukan selepas salat Asar, sekitar pukul 16.00 hingga 17.10 Wita, secara tertib dan terorganisir. Warga sekitar serta pengguna jalan di Jl. Antang Raya dipersilakan masuk ke area parkiran agar distribusi berjalan lancar tanpa mengganggu arus lalu lintas.
Meski antusiasme masyarakat cukup tinggi, kegiatan tetap berlangsung kondusif. Koordinasi yang baik antara panitia dan petugas di lapangan membuat arus kendaraan tetap terkendali.
Ketua Divisi Sosial Muslimah Wahdah Wilayah Sulawesi Selatan, Ustazah Marniati, S.Pd, menyampaikan bahwa capaian 6.300 paket bukan sekadar angka.
“Alhamdulillah, ini bukan hanya tentang jumlah paket yang tersalurkan, tetapi tentang semangat kebersamaan dan kepedulian yang terus hidup di tengah umat,” ujarnya.
Salah satu penerima paket, Chairul, yang juga merupakan petugas Dinas Perhubungan dan turut membantu pengamanan lalu lintas, mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Yah bagus bisa berbagi. Kendaraan padat namun diusahakan bisa lancar,” katanya.
Tak hanya terpusat di Antang, program Tebar Ifthar juga dilaksanakan serentak di setiap kecamatan se-Kota Makassar. Bantuan turut menyasar warga terdampak banjir di Perumahan Ikhwan Manggala dan wilayah Tello, memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa gerakan berbagi yang dilakukan secara terorganisir mampu menghadirkan dampak nyata dan luas. Ramadan pun kembali ditegaskan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga saat terbaik memperluas kepedulian dan memperkuat solidaritas.










