MAKASSAR–Anggota DPR Belanda Esther Ouwehand, memperlihatkan sikap pro Palestina di ruang parlemen. Dia mengenakan blouse dengan motif bendera Palestina saat berada di ruang rapat anggaran.
Pada saat itu, Ester mendapatkan giliran membacakan pandangan umumnya, di atas mimbar. Namun, blouse yang dikenakannya membuat anggota lainnya berang dan terpaksa mengusirnya dari ruangan. Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (18/9/2025).
Martin Bosma anggota dari PVV sayap kanan dengan tegas meminta kepada seluruh anggota parlemen agar mengenakan pakaian netral. Pemimpin partai lain pun ikut keberatan dengan penampilan Esther.
Menurut Bosma, penampilan Esther melanggar aturan netralitas politik. Esther sempat menolak untuk mengganti pakaiannya, namun semua anggota yang merupakan pimpinan dari partai lain pun ikut keberatan dengan aksi Esther pyn mengalah dan keluar ruangan.
Perempuan berusia 49 tahun itu pun segera turun dari mimbar dan keluar ruangan untuk mengganti pakaiannya. Selang lima menit, dia kembali mengenakan kemeja motif semangka. Motif tersebut merupakan lambang solidaritas Palestina. Aksi Ester yang menunjukkan dukungan terhadap Palestina di ruang parlemen itu pun, viral di media sosial.
Melalui akun instagram pribadinya @estherouwehandpvdd mengatakan, ketika kabinet menolak untuk mengakui pembantaian dan menolak untuk mengambil tindakan, itu adalah tugas kita untuk terus menunjukkan solidaritas dengan Palestina.
Di ruang sidang, dihadapan anggota parlemen dia mengakui menempatkan para anggota dalam posisi yang sulit. Tetapi, dia sangat menghargai jika bisa memberikan kontribusi tanpa harus berganti pakaian.










