Makassar – Maulid Nabi 2025 jatuh pada 5 September 2025. Peringatan hari kelahiran Muhammad SAW 1447 H/2025 M tahun ini, dipastikan membawa kabar gembira bagi masyarakat. Pasalnya, tanggal tersebut telah ditetapkan pemerintah sebagai hari libur nasional, sehingga masyarakat akan menikmati libur panjang (long weekend) selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (5–7 September 2025).
Bagi pekerja maupun pelajar yang ingin memperpanjang waktu istirahat, tersedia opsi untuk mengambil cuti pada Kamis, 4 September atau Senin, 8 September 2025. Dengan begitu, libur bisa menjadi empat hingga lima hari berturut-turut.
Hal ini diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat, baik untuk mudik kecil-kecilan, berwisata, maupun pulang kampung untuk merayakan Maulid bersama keluarga.
Meski identik dengan liburan, Maulid Nabi tetap menjadi momen spiritual yang penting. Umat Muslim diajak untuk memanfaatkan libur panjang dengan memperbanyak dzikir, doa, membaca sholawat, serta memperkuat silaturahmi bersama keluarga.
Tradisi di Nusantara
Di berbagai daerah, Maulid Nabi dirayakan dengan tradisi khas yang sarat makna. Masyarakat Sulawesi Selatan, sejumlah tradisi seperti Maudu Lompoa, Maudu Baku atau Maudu Bayao dengan ciri khas Kaddo Minyak dan Telur hias. Di Yogyakarta dan Surakarta melaksanakan Grebeg Maulud, sementara masyarakat Aceh menyiapkan Kuah Beulangong sebagai simbol kebersamaan. Di Banjar, terdapat tradisi Baayun Maulid, dan masyarakat Banyuwangi merayakan dengan Endog-endogan.
Tradisi tersebut menjadi wujud kecintaan umat pada Nabi, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
Hikmah Maulid Nabi 2025
Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar perayaan, tetapi juga mengandung hikmah mendalam yang relevan untuk kehidupan modern:
-
Meneladani Akhlak Rasulullah
Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak. Di era digital yang penuh tantangan moral, umat Islam diajak mencontoh sifat jujur, amanah, dan kasih sayang beliau. -
Menguatkan Persatuan Umat
Perbedaan metode penetapan tanggal antara Kemenag dan Muhammadiyah seharusnya tidak menjadi pemecah belah, melainkan memperkaya khazanah Islam di Indonesia. Semangat ukhuwah Islamiyah perlu dijaga agar umat tetap solid. -
Mendorong Kepedulian Sosial
Nabi Muhammad SAW sangat peduli pada kaum dhuafa dan anak yatim. Maulid menjadi momentum untuk memperbanyak sedekah dan berbagi, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan. -
Meningkatkan Spirit Dakwah
Melalui pengajian dan pembacaan sholawat, umat bisa memperkuat semangat dakwah Islam yang rahmatan lil alamin, mengajak pada kebaikan dengan cara yang santun. -
Refleksi Kehidupan Modern
Di tengah perkembangan teknologi dan gaya hidup yang serba cepat, Maulid Nabi menjadi pengingat agar umat tidak hanya mengejar dunia, tetapi juga menjaga keseimbangan dengan kehidupan akhirat.










