MAROS – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Maros menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kapasitas pemuda dengan mensponsori kegiatan kursus tiga bahasa asing, masing-masing Bahasa Inggris, Bahasa Jepang dan Bahasa Arab yang digelar di Wa’Kopi Tepi Sungai Butta Toa, Kabupaten Maros.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan pemuda berbasis edukasi dan kewirausahaan. Sedikitnya 25 peserta dari BKPRMI Maros menyatakan siap berpartisipasi aktif dalam program pelatihan bahasa asing tersebut.
Tokoh pemuda BKPRMI Maros, Muhammad Yusuf Ali, yang akrab disapa Uchu Cappoe, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan fokus dirinya dalam mendorong aktivitas sosial dan peningkatan kualitas kepemudaan.
“Program ini sangat prospektif. Harapannya, ke depan bisa segera terbangun link bursa kerja ke Jepang, sehingga pelatihan bahasa tidak berhenti di kelas, tetapi berdampak langsung pada peluang kerja,” ujar Yusuf Ali.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian langsung dari Ketua BKPRMI Sulawesi Selatan, Asri Said, yang turut hadir dan bahkan mendaftarkan anaknya sebagai peserta kelas Bahasa Jepang. Kehadiran Asri Said menjadi bentuk dukungan nyata terhadap model kolaborasi antara komunitas, UMKM, dan organisasi kepemudaan.
Dalam kesempatan tersebut, Asri Said menyampaikan harapannya agar ke depan UMKM binaan BKPRMI tidak hanya difasilitasi pelatihan dan akses permodalan, tetapi juga pendampingan sertifikasi halal.
“UMKM yang dibina BKPRMI harus naik kelas. Selain pelatihan dan modal, sertifikasi halal juga penting untuk memperluas pasar,” tegasnya.
Sementara itu, Owner Wa’Kopi Tepi Sungai sekaligus penggagas program kursus tiga bahasa, Daeng Jhon, menekankan pentingnya menjadikan warkop sebagai ruang kreatif dan produktif bagi anak muda.
“Berdayanya dan tumbuhnya kreativitas pemuda harus dimulai dari warkop. Kita ingin mencitrakan warkop sebagai tempat nongkrong yang positif, bahkan sejak subuh,” ungkap Daeng Jhon yang juga mantan Ketua Himpunan Pramuwisata indonesia (HPI) Maros.
Adapun jadwal Program kursus tiga bahasa ini dilaksanakan dari Senin-Sabtu pukul 16.15-17.45 wita. Bahasa Arab setiap Senin dan Rabu, Bahasa Inggris, Selasa dan Kamis. Sementara Kursus Bahasa jepang setiap hari Jumat dan Sabtu. pelatihan ini dibimbing langsung oleh Instruktur yang juga praktisi, berprofesi sebagai guide senior dari HPI Sulsel.
“Kegiatan diharapkan menjadi model baru kolaborasi antara warkop, komunitas pemuda, dan organisasi keagamaan dalam menciptakan ruang belajar yang inklusif, produktif, dan berorientasi masa depan,” tutup daeng Jhon.










