MAKASSAR – Antrean panjang BBM subsidi di sejumlah SPBU Sulawesi Selatan mendapat sorotan setelah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap adanya kendaraan yang dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah besar.
Bahlil menyebut di Makassar terdapat Toyota Fortuner dan truk yang dimodifikasi dengan tangki tambahan, bahkan kapasitasnya disebut mencapai 700 liter hingga 1 ton.
“Contoh yang di Makassar, itu ada mobil Fortuner, ada truk ternyata di belakangnya itu dibikin tangki ada yang sampai 1 ton, ada yang sampai 700 liter,” kata Bahlil, seperti dikutip Selasa (15/9/2026).
Menurut Bahlil, kendaraan tersebut mengantre untuk mengisi BBM subsidi dalam jumlah besar. Ia mengingatkan bahwa subsidi BBM seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.
Penimbunan BBM Ikut Disorot
Pernyataan Bahlil beriringan dengan pengungkapan kasus penyalahgunaan BBM subsidi oleh Polda Sulsel.
Dalam periode Agustus-September 2026, polisi mengungkap 10 perkara dengan 17 tersangka. Barang bukti yang diamankan mencapai 18.905 liter, terdiri dari 12.542 liter Biosolar dan 6.363 liter Pertalite. Polisi juga menyita kendaraan, truk tangki, drum, ratusan jeriken, barcode dan mesin pompa.
Salah satu modus yang ditemukan adalah menggunakan tangki modifikasi untuk membeli BBM subsidi di SPBU, kemudian menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi.
Kondisi ini menunjukkan antrean BBM tidak semata-mata berkaitan dengan ketersediaan pasokan. Pembelian dalam jumlah besar, pengisian berulang dan dugaan penimbunan juga dapat mempercepat habisnya stok di SPBU.
Pemerintah Terapkan Ganjil-Genap
Untuk mengurai antrean, Pemprov Sulsel memberlakukan sistem ganjil-genap untuk pembelian Pertalite dan Solar di seluruh SPBU mulai 13 hingga 20 September 2026.
Kendaraan berpelat nomor ganjil mengisi pada tanggal ganjil, sedangkan pelat genap pada tanggal genap.
Kebijakan tersebut mulai menunjukkan dampak di SPBU Racing Center Makassar. Pemprov Sulsel melaporkan antrean yang sebelumnya memanjang hingga badan jalan kini lebih terkendali dan berada di dalam area SPBU.
Bahkan hampir semua SPBU yang terpantau di beberapa titik wilayah Makassar dan Gowa sudah sangat konfusif, dan beberapa diantaranya bahkan sangat lengang dari antrian.
Solusi Tak Cukup dengan Tambah Stok
Persoalan antrean BBM subsidi membutuhkan pengawasan yang lebih ketat. Pemerintah perlu memperkuat verifikasi QR Code, mendeteksi transaksi pembelian yang tidak wajar, mengawasi kendaraan bertangki modifikasi serta menindak penimbunan dan penjualan kembali BBM subsidi.
Dengan demikian, tambahan pasokan tidak hanya membuat BBM tersedia lebih banyak, tetapi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.










