Usia 14 Tahun, Bayu Anantha Depthios Harumkan Nama Makassar di Dunia Gokar Nasional

  • Bagikan

JAKARTA — Dunia balap gokar elektrik di Indonesia mulai melahirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Bayu Anantha Depthios, pembalap muda berusia 14 tahun yang kini mulai mencuri perhatian lewat sejumlah prestasi di ajang nasional.

Remaja kelahiran Jakarta, 14 Maret 2012 itu saat ini duduk di bangku kelas 8 SLTP 2 dan aktif bergabung di beberapa komunitas balap seperti Nitiracing, Senna Academy, serta Barcode Academy. Bayu dikenal sebagai racer junior gokar elektrik yang mulai menekuni dunia balap sejak pertengahan tahun 2025.

Meski baru menapaki dunia gokar, Bayu telah menorehkan prestasi membanggakan. Ia berhasil meraih Juara 1 Nasional E-SWS Sodi World Series 2025 serta Juara 3 KPL 2026 Session 1. Prestasi tersebut menjadi bukti keseriusannya dalam mengejar cita-cita menjadi pembalap profesional hingga bisa tampil di ajang Formula 1.

Dalam wawancaranya, Bayu mengaku ketertarikannya terhadap dunia gokar berawal dari kegemarannya menonton balapan Formula 1.

“Aku suka menonton F1, dari sinilah aku tertarik dengan dunia gokart. Terlebih karena aku suka olahraga yang memacu adrenalin. Menurutku ini hal yang menantang dan menyenangkan,” ujarnya.

Putra pasangan Herson Depthios dan Dinar Susilo itu juga mengungkapkan bahwa dukungan terbesar selama perjalanan kariernya datang dari kedua orang tua serta kakek dan neneknya.

“Orangtua dan kakek nenekku yang paling mendukung perjalanan aku di dunia olahraga ini,” katanya.

Bayu mengaku tantangan terbesar yang dihadapinya adalah berasal dari latar belakang keluarga yang bukan berasal dari dunia balap. Namun, hal tersebut tidak membuatnya menyerah untuk terus belajar.

“Tantangan terbesar adalah saat aku terlahir bukan dari keluarga pembalap. Papa mama sudah melakukan yang terbaik buat membantuku, tapi ada beberapa hal tentang teknik balap yang kami belum pahami. Kami harus berani mencari tahu dan mencari orang-orang yang bisa membantu aku berkembang,” ungkapnya.

Semangat Bayu untuk terus berlatih juga didorong oleh keinginannya membanggakan kedua orang tuanya yang selama ini terus mendukung perjuangannya.

“Aku ingin membanggakan papa mama yang selalu mendukungku dengan semua keterbatasan mereka. Aku ingin membuktikan bahwa perjuangan mereka tidak sia-sia,” tuturnya.

Saat mengikuti turnamen maupun kejuaraan, Bayu mengaku selalu merasakan gugup. Meski begitu, ia tetap berusaha tampil percaya diri demi meraih podium tertinggi.

“Sedikit nervous tapi tetap percaya diri karena podium 1 adalah pemenangnya,” katanya.

Selain dikenal sebagai atlet muda berbakat, Bayu juga merupakan cucu dari Ny. Lily Montolalu, owner usaha kuliner Jalangkote Dan Lumpia Lasinrang di Makassar. Sebagai putra daerah berdarah Makassar, Bayu kini turut membawa nama harum kota asal orang tuanya di pentas balapan nasional.

Orang tua Bayu berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kota Makassar, Wali Kota Makassar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, hingga pemerintah pusat maupun pihak swasta agar Bayu dapat terus meningkatkan prestasinya dan berpeluang mengikuti ajang balapan internasional.

Memiliki hobi balap mobil dan motto hidup “Menebar Hal Yang Baik dan Menjadi Yang Terbaik”, Bayu berharap suatu saat dapat menjadi pembalap profesional yang dikenal luas di Indonesia.

Ia juga memberikan pesan inspiratif kepada masyarakat dan para pecinta olahraga gokar di Tanah Air.

“Bermimpilah setinggi-tingginya, berdoa kepada Tuhan atas kehendaknya, dan jangan mudah menyerah. Kalah tetap berjuang lagi, kemenangan hanya milik Tuhan,” pesannya.

Saat ini Bayu aktif membagikan aktivitas latihan dan kompetisinya melalui akun Instagram @bayuananthadept dan TikTok @bayuanantha.ba.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *