Ryan Latief Desak Polda Sulsel Tegas Proses Hukum Sultan Demak yang Abaikan Panggilan Polisi

  • Bagikan

MAKASSAR_ Tokoh masyarakat Bugis-Makassar, Ryan Latief, mendesak Polda Sulsel untuk bersikap tegas terhadap Sultan Demak Surya Alam Joyo Kusumo yang kembali mengabaikan panggilan pemeriksaan ketiga dari penyidik terkait dugaan kasus penipuan dan pengedaran uang palsu.

Menurut Ryan Latief, ketidakhadiran Surya Alam dalam tiga kali panggilan Polda Sulsel mencerminkan sikap tidak menghormati proses penegakan hukum di Tanah Bugis-Makassar.

“Sultan Demak telah menginjak-injak proses penegakan hukum di Tanah Bugis. Ini tanda buruk bagi penegakan hukum kita. Saya berharap Polda Sulsel bertindak tegas terhadap Sultan Demak,” tegas Ryan Latief, Sabtu (1/11/2025).

Ia mengungkapkan, sejumlah korban dugaan penipuan yang dilakukan Surya Alam mulai bermunculan, termasuk seorang purnawirawan TNI berpangkat Mayjen (Purn) HR dan pengusaha asal Sulsel berinisial VM, yang merupakan kerabat Ryan Latief sendiri.

Ryan menuturkan, setelah dilakukan pencocokan foto dan identitas, diketahui bahwa pelaku yang dilaporkan para korban adalah orang yang sama, yakni Surya Alam Joyo Kusumo yang mengklaim sebagai Sultan Demak.

 

“Saya heran, kok Sultan Demak meminta penyidik datang ke Demak untuk memeriksanya. Emangnya siapa dia? Semua orang sama di depan hukum. Ketidakhadirannya menunjukkan dugaan kuat bahwa dia memang melakukan tindak kejahatan,” lanjut Ryan.

Ryan juga memperingatkan agar penegakan hukum tidak terkesan tumpul ke atas. Ia menegaskan, bila hukum positif tidak dijalankan secara tegas, masyarakat Bugis-Makassar akan mempertimbangkan langkah hukum adat.

“Ini bukan sekadar soal hukum, tapi juga menyangkut siri’ dan harga diri orang Bugis-Makassar. Tanah Bugis tidak pernah dijajah oleh kerajaan Jawa. Jangan sampai muncul konflik adat hanya karena tindakan penipuan yang mencoreng nama kerajaan,” ujarnya.

Ryan bahkan meragukan keabsahan gelar “Sultan Demak” yang disandang Surya Alam, menyebut bahwa kerajaan Demak yang diklaim saat ini diduga tidak memiliki garis keturunan sah dari Sultan Raden Fatah, pendiri Kesultanan Demak dan keturunan Wali Songo.

“Perilaku seperti ini justru mencoreng nama besar kerajaan dan sejarah Demak. Sulit dipercaya seorang keturunan Sultan berperilaku tidak terpuji seperti itu,” kata Ryan dengan nada kecewa.

Selain Surya Alam, Polda Sulsel juga telah melayangkan panggilan ketiga kepada Profesor Haryono, yang disebut Ryan sebagai “juru bicara” atau “marketing” dari pihak Sultan Demak dalam kasus ini.

Ryan berharap Kapolda Sulsel —yang juga berasal dari tanah Jawa— dapat bersikap profesional dan tidak terpengaruh oleh unsur primordial.

> “Persoalan ini sudah kami tembuskan kepada Presiden Prabowo Subianto, Kapolri, dan Gubernur. Ini bukan hanya soal penipuan, tapi juga terkait dugaan peredaran uang palsu senilai Rp27 triliun yang disebut ada di bunker, seperti yang dikirimkan Surya Alam dalam videonya kepada korban,” ungkap Ryan.

Ia menegaskan bahwa pada 3 November 2025, Surya Alam Joyo Kusumo dijadwalkan hadir di Polda Sulsel, Makassar, untuk memenuhi panggilan penyidik.

“Tanggal 3 November Sultan harus hadir di Polda Sulsel. Ini kesempatan terakhir untuk menunjukkan bahwa dia menghormati hukum di negeri ini,” tutup Ryan Latief.

  • Bagikan
Exit mobile version