Putra Mahkota Kesultanan Gowa-Tallo Hadiri Madura Ethnic Carnival 2026 di Sumenep

  • Bagikan

SUMENEP — Perwakilan budaya Sulawesi Selatan akan turut mewarnai gelaran Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 yang berlangsung di Kabupaten Sumenep, Madura, Sabtu (19/9/2026).

Salah satu tokoh adat yang dijadwalkan hadir yakni YM Andi Idris Manginruru A. Idjo Daeng Buang Karaengta Katangka, yang dalam rilis penyelenggara disebut sebagai Putra Mahkota/Patimatarang Kesultanan Gowa-Tallo. Kehadirannya merupakan bagian dari undangan Bupati Sumenep.

Selain Andi Idris Manginruru, dari Sulawesi Selatan juga dijadwalkan hadir YM Andi Mardiani We Padauleng Karaeng Suginna, S.Pd., M.Pd., KaOpuan Benteng Selayar.

MEC 2026 diinisiasi Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep. Tahun ini, kegiatan mengangkat tema “Keraton Sumenep”, dengan menampilkan sejarah, budaya, serta identitas lokal melalui pertunjukan seni dan busana karnaval.

Kehadiran tokoh adat dari Sulawesi Selatan menjadi bagian dari pertemuan berbagai unsur kerajaan, kesultanan dan komunitas adat Nusantara dalam satu kegiatan budaya.

Sejumlah tokoh kerajaan dan kesultanan dari berbagai daerah juga dijadwalkan hadir. Di antaranya PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, SH., M.H., Sultan Sekala Brak, Lampung, yang juga merupakan Deklarator Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).

Kemudian PYM Ahmad Sjah, Sultan Jailolo, Halmahera Barat, serta PYM Adji Raden Mohammad Bakhrun, Sultan Gunung Tabur, Kalimantan Timur. Rombongan dari Cirebon, Gorontalo, Banten, Yogyakarta dan Maluku Utara juga tercatat dalam agenda kehadiran.

Sekretaris Jenderal MAKN, YM Dra. Hj. KRAy T. Yani WSS Kuswodijoyo, bersama dewan pakar dan pengurus MAKN juga dijadwalkan hadir.

Sementara itu, panitia masih melakukan koordinasi terkait rencana kehadiran perwakilan Kerajaan Bone dan Kerajaan Ternate.

Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Ketua KJS, M. Hariri, mengatakan kehadiran para tokoh kerajaan dan adat Nusantara diharapkan tidak sekadar menambah kemeriahan acara.

“Kami berharap kehadiran para tokoh kerajaan Nusantara membuka ruang interaksi dan pertukaran pengetahuan tentang sejarah serta kebudayaan masing-masing daerah di satu panggung warisan budaya Nusantara,” ujar M. Hariri.

Selain melibatkan unsur kerajaan dan adat, MEC 2026 juga melibatkan pegiat seni, komunitas, mahasiswa dan pelaku UMKM setempat.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan berbagai unsur masyarakat untuk menampilkan kekayaan budaya Nusantara sekaligus memperkuat silaturahmi antardaerah melalui seni dan tradisi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *