MAKASSAR _Tradisi mentraktir teman saat menerima gaji pertama masih menjadi kebiasaan yang lekat di tengah masyarakat. Bukan sekadar berbagi makanan, tradisi ini kerap dimaknai sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat rezeki dan kesempatan bekerja yang diberikan Allah SWT.
Hal itu pula yang dilakukan oleh Mba Pika, yang merayakan momen gajian pertamanya dengan mentraktir sahabatnya, Aya, di Rumah Makan Pak Daeng, Jalan Andi Djemma. Suasana sederhana namun penuh makna terasa saat mereka menikmati hidangan khas laut, mulai dari ikan bakar, kerang tumis, udang goreng tepung, hingga cumi masak hitam.
Bagi Mba Pika, traktiran tersebut bukan soal besar kecilnya hidangan, melainkan niat berbagi sebagai ungkapan syukur atas rezeki yang telah diterima selama bekerja. Ia meyakini, berbagi di awal langkah karier menjadi doa tersendiri agar perjalanan kerja ke depan senantiasa diberi kelancaran.
“Traktir gajian pertama itu seperti simbol terima kasih kepada Allah dan orang-orang terdekat yang selalu ada,” ungkapnya.
Aya pun menyambut momen tersebut dengan penuh haru. Ia mengucapkan terima kasih sekaligus menyampaikan doa terbaik untuk sahabatnya. Aya berharap Mba Pika dapat betah di tempat kerja, dilancarkan seluruh urusan pekerjaannya, serta diberi rezeki yang berkah dan luas.
Tradisi traktir gajian pertama ini menjadi pengingat bahwa di balik rutinitas kerja dan angka di slip gaji, ada nilai kebersamaan, rasa syukur, dan doa yang menguatkan. Sebuah tradisi sederhana, namun sarat makna, yang patut terus dijaga.
