Gempa Poso 6,0 SR Guncang Saat Ibadah, Gereja Elim Masani Roboh dan Puluhan Warga Luka

  • Bagikan
Pada Minggu (17/8/2025) pukul 06.38 Wita, gempa bermagnitudo 6,0 mengguncang wilayah Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir. Getaran kuat membuat Gereja Elim Masani roboh saat jemaat tengah melangsungkan ibadah pagi.

POSO, Sulteng – Pagi yang tenang di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, mendadak berubah menjadi kepanikan. Pada Minggu (17/8/2025) pukul 06.38 Wita, gempa bermagnitudo 6,0 mengguncang wilayah Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir. Getaran kuat membuat Gereja Elim Masani roboh saat jemaat tengah melangsungkan ibadah pagi.

Sejumlah jemaat dilaporkan tertimpa reruntuhan bangunan. Warga yang berada di sekitar lokasi segera berlarian menolong dan mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Dalam sebuah rekaman amatir yang diunggah akun media sosial, terlihat bagian dalam gereja hancur berantakan. Suara seorang pria yang merekam terdengar panik.

“Saya tidak tahu berapa jumlah korban, tetapi sudah dilarikan semuanya ke rumah sakit,” ujarnya.

Hingga saat ini, laporan sementara menyebutkan 29 orang mengalami luka-luka, sementara pendataan korban jiwa masih dilakukan pemerintah daerah bersama aparat gabungan. Selain Gereja Elim Masani, beberapa bangunan lain di Desa Masani juga mengalami kerusakan serius akibat guncangan.

Menurut laporan BMKG, pusat gempa berada di darat, sekitar 18 kilometer barat laut Poso dengan kedalaman 10 kilometer. Meski sempat dirilis dengan kekuatan M6,0, data dimutakhirkan menjadi M5,8. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Sejak gempa utama, hingga pukul 07.10 Wita, telah terjadi 10 kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar 3,2. Getaran kuat dirasakan di Kota Poso dengan intensitas V–VI MMI. Warga berhamburan keluar rumah, sebagian mengalami kerusakan ringan seperti dinding retak dan atap bergeser.

Guncangan juga dirasakan di sejumlah daerah lain, termasuk Luwu Timur, Mamuju, Masamba, Majene, Palopo, Pasangkayu, dan Polman, dengan skala III–IV MMI, serta terasa ringan di Tana Toraja dan Wajo.

Tim SAR, aparat TNI-Polri, dan BPBD telah dikerahkan ke lokasi untuk membantu evakuasi dan penanganan korban. Hingga berita ini diturunkan, suasana di sekitar Desa Masani masih dipenuhi kepanikan. Banyak keluarga mencari informasi tentang kerabatnya yang menjadi jemaat di Gereja Elim Masani.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, menghindari bangunan retak, dan mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *