MAKASSAR – Di tengah peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 yang berlangsung di Kota Makassar, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI, Dr. H. Wihaji, mengungkapkan bahwa solusi dua persoalan besar bangsa berawal dari satu hal yaitu keluarga.
“Pertanyaannya, dari mana kita memulai membangun bangsa? Jawabannya dari keluarga,” tegas Wihaji di hadapan ribuan peserta di Lapangan Karebosi, Senin (28/7/2025).
Wihaji menjelaskan bahwa Presiden RI telah menugaskan BKKBN melalui Astacita, delapan cita-cita pembangunan nasional, untuk menjalankan dua agenda utama: pengembangan SDM unggul dan pengentasan kemiskinan struktural. Keduanya memiliki akar persoalan yang sama yaitu stunting.
Menurut data BKKBN, prevalensi stunting nasional pada 2024 berada di angka 19,8%. Namun, Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan progres signifikan dengan penurunan dari 27% menjadi 23%, menjadikannya provinsi terbaik kedua setelah Jawa Barat.
“Ini bukan hasil kerja satu pihak. Ini hasil kerja bersama—pentahelix. Pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media semua terlibat,” ujar Wihaji.
Ia menekankan bahwa intervensi paling krusial adalah pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Jika terlewat, anak yang mengalami stunting hanya punya peluang pemulihan sekitar 20%.
“Karena itu, kita harus bertindak di hulu. Pendampingan harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak usia dua tahun,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, BKKBN menyalurkan bantuan senilai Rp800 juta bagi 200 keluarga risiko stunting di Sulawesi Selatan hingga akhir 2025.
“Ini bukan sekadar kampanye. Ini adalah bentuk hadirnya negara untuk menjamin gizi ibu dan anak terpenuhi,” tegas Wihaji.
Ia menutup sambutannya dengan menyerukan agar pembangunan keluarga tidak lagi dipandang sebagai urusan domestik semata, melainkan sebagai pondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam kesempatan itu menyambut baik pesan Menteri dan menyatakan komitmen penuh untuk menjadikan pembangunan keluarga sebagai program prioritas Pemkot Makassar.
“Semua pihak harus bersatu. Keluarga butuh ekosistem yang sehat, dan negara harus hadir di situ,” pungkas Munafri.










