TUNISIA– Relawan Indonesia yang bergabung dalam Indonesia Peace Convoy, yang saat ini berada di Tunisia dan bersiap untuk berlayar menembus Blokade Gaza,dengan tegas meminta perlindungan kepada pemerintah dalam hal ini, Presiden RI Prabowo Subianto.
Ketua Indonesia Peace Convoy, Muhammad Husain, mengatakan Indonesia harus bersatu, rakyat dan pemerintah untuk merealisasikan amanat UUD 1945.
“Gaza masih dijajah, masih diblokade, masih mengalami genosida,” tulisnya di akun instagramnya.
Muhammad Husain bersama ratusan relawan dari 44 negara berada di Tunisia sejak awal September. Di sana mereka mengikuti pelatihan selama tujuh hari sebelum berlayar ke Gaza.
Namun, dua hari yang lalu, drone bom membakar dua kapal milik aktivis lingkungan ber bendera Portugal dan Inggris.Karena itulah pihaknya dengan tegas meminta perlindungan kepada Presiden Prabowo, untuk memberikan statement perlindungan kepada seluruh delegasi Global Sumud Flotilla. Sebab yang relawan lakukan merupakan misi konstitusi.
“Kami sudah menjalankan konstitusi Indonesia yang ditulis pada pembukaan UUD 1945 yang ditulis oleh para pendiri bangsa kita,” katanya.
Selain itu, dia juga mengatakan, apa yang dilakukan para aktivis dan relawan dari Indonesia, merupakan amanat para pendiri bangsa bahwa Indonesia akan terus aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan negara terjajah.
Bukan hanya Husain dari Indonesia, sejumlah aktivis kemanusiaan yang saat ini berada di Tunisia, yang bergabung bersama Global Sumud Flotilla, menyuarakan perlindungan dari komunitas internasional. Sebab Inggris menolak memberikan perlindungan secara diplomatik terhadap misi mereka blokade jalur Gaza.
Penolakan tersebut muncul, setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir menyebut para aktivis kemanusiaan Flotilla sebagai Teroris. Bukan hanya itu, dia pun mengancam akan menyita kapal para relawan jika mencoba masuk ke wilayah Gaza.
Seperti yang telah kita ketahui bersama, relawan Flotilla akan berlayar menuju Gaza membawa bantuan kemanusiaan berupa, makanan, obat-obatan dan air bersih. Jumlah kapal yang akab berlayar sebanyak 65 dari 44 negara.










