MAKASSAR, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar terus mendorong masyarakat untuk sadar kesehatan sejak dini, melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang merupakan bagian dari Asta Cita Kesehatan. Program ini terbuka untuk semua usia, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia (lansia).
Kepala Dinas Kesehatan Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes, mengungkapkan bahwa sejak diluncurkan pada Februari 2025, program ini langsung mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Awalnya hanya untuk warga yang berulang tahun, tapi sekarang semua bisa datang kapan saja ke puskesmas untuk periksa. Kita ingin seluruh warga bisa menikmati layanan ini,” jelas dr. Nursaidah.
Sebanyak 47 puskesmas di Kota Makassar terus dikerahkan untuk memberikan pelayanan. Hingga kini, lebih dari 68 ribu warga telah memanfaatkan program CKG tersebut. Bagi warga yang hasil pemeriksaannya menunjukkan indikasi penyakit seperti hipertensi atau diabetes, Dinkes langsung menindaklanjuti melalui pemeriksaan lanjutan dan pemantauan rutin.
“Kalau hasilnya sehat, warga dijadwalkan cek ulang setahun kemudian. Tapi kalau ditemukan gangguan, langsung kita tindak lanjuti,” tambahnya.
Meski program ini gratis dan mudah diakses, masih ada masyarakat yang ragu untuk datang. Menurut dr. Nursaidah, sebagian warga takut mengetahui hasil kesehatannya.
Sebagai solusi, Dinkes Makassar meluncurkan strategi Mobile CKG, yakni layanan jemput bola di mana petugas kesehatan datang langsung ke rumah warga.
“Kalau warga sibuk atau jauh dari puskesmas, kami yang datang. Petugas bisa periksa tekanan darah dan gula darah langsung di rumah,” bebernya.
Program ini dinilai efektif menjangkau warga di wilayah padat penduduk dan kawasan pinggiran yang sulit mengakses fasilitas kesehatan.
Berdasarkan data yang dihimpun, selain mobile CKG di pemukiman, Dinkes Makassar melalui sejumlah puskesmas juga telah menjangkau sejumlah sekolah hingga pesantren yang ada di kota Makassar.
Dr. Nursaidah berharap program CKG tidak berhenti di tahun ini saja. “Kami ingin program ini jadi kegiatan tahunan. Karena lebih baik mencegah daripada mengobati. Apalagi ini gratis dan sangat membantu masyarakat,” pungkasnya.
