Misteri Kematian Budiman Alias Delon, Keluarga Ragukan Jenazah Korban Kebakaran, LBH-LIRA : Ada Kejanggalan

  • Bagikan

MAROS — Musibah kebakaran yang menghanguskan dua unit rumah warga terjadi di Desa Padaelo, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 21.10 WITA. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka bakar.

‎Berdasarkan informasi sementara dari pihak berwenang, korban meninggal dunia diketahui berinisial Delon (18). Namun identitas korban masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Selain korban jiwa, kebakaran ini juga menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar bagi pemilik rumah. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penanganan dan pendalaman pihak terkait.

‎Pasca kejadian, Babinsa Desa Padaelo turun langsung ke lokasi kebakaran untuk membantu warga membersihkan puing-puing bangunan yang tersisa. Kehadiran Babinsa tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap warga binaannya yang tertimpa musibah.

‎“Kami bersama warga bergotong royong membersihkan puing bangunan agar lokasi segera aman dan warga bisa mulai melakukan perbaikan,” ujar Babinsa di sela kegiatan.

‎Namun, kasus kebakaran ini menyisakan tanda tanya. Orang tua korban bernama Budiman, yang sehari-hari dipanggil Delon, mengaku tidak yakin jenazah yang ditemukan di lokasi kebakaran merupakan anaknya. Korban diketahui berusia sekitar 18–20 tahun, bekerja sebagai pencuci mobil, dan berasal dari keluarga Pasangan Bapak Sarifudin Kala dan Ibu So’na, warga Bontomanai, Kabupaten Takalar.

‎Keraguan keluarga mencuat lantaran kondisi jenazah yang sudah tidak dapat dikenali. Pihak kepolisian sebelumnya menemukan KTP atas nama Budiman serta casing ponsel di lokasi kebakaran, yang diduga menjadi dasar pengaitan identitas korban yang tewas terbakar. Meski demikian, keluarga belum menerima hasil pemeriksaan forensik maupun tes DNA.

‎Orang tua korban juga merasa yakin karena dalam video yang viral saat kebakaran yakin melihat sang anak masih berada di lokasi kebakaran saat pemadaman oleh pihak damkar, dan dalam video tersebut juga ibu korban yakin anaknya yang berdiridi depan pintu saat penemuan jasad korban tewas terbakar.

‎Peristiwa ini mendapat perhatian serius dari Ketua LBH LIRA Sulawesi Selatan yang juga ketua DPW Sulselbar Nusantara Fast Respon ‎Investigasi Nasional Presisi Polri

‎Ryan Latief. Ia mengungkapkan bahwa kasus ini bermula saat orang tua Budiman hendak melaporkan kehilangan anaknya ke SPKT Polda Sulsel. Namun, keluarga justru diminta untuk mengambil jenazah yang telah berada di RS Bhayangkara Polda Sulsel.

‎“Awalnya orang tua korban dilarang melihat jenazah. Saya kemudian langsung ke RS Bhayangkara untuk melihat kondisi jenazah tersebut. Setelah melihat langsung, orang tua korban merasa jenazah yang sudah tidak utuh itu bukan anaknya,” ungkap Ryan Latief.

‎Ryan menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam penanganan kasus ini. Menurutnya, identitas korban belum dapat dipastikan sebelum adanya hasil resmi tes DNA dari pihak keluarga.

‎“Saya meminta keluarga untuk tidak mengakui jenazah tersebut sebagai anaknya sebelum hasil tes DNA keluar. Ini penting agar tidak terjadi kesalahan identifikasi,” tegasnya.

‎Saat ini, pihak keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan DNA dari kepolisian. Sementara itu, orang tua korban tetap bersikeras melaporkan kehilangan anaknya secara resmi ke SPKT Polda Sulsel, sembari berharap kasus ini dapat diusut secara transparan dan profesional.

  • Bagikan
Exit mobile version