MAKASSAR – Masa usia 0–6 tahun merupakan periode penting yang menjadi fondasi bagi tumbuh kembang anak. Di tengah kesibukan orang tua bekerja, perhatian dan kehadiran emosional tetap menjadi bagian penting dalam memastikan anak tumbuh secara optimal.
Hal tersebut menjadi perhatian Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar melalui pembinaan Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) yang dilaksanakan Penyuluh KB Kelurahan Bongaya, Rabu (29/7/2026).
Pembinaan tersebut secara khusus memberikan pemahaman mengenai pengasuhan anak usia 0–6 tahun kepada orang tua yang bekerja. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Bangga Kencana sekaligus upaya memperkuat peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Kepala DPPKB Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, mengatakan masa usia dini merupakan golden age karena perkembangan otak, karakter, dan kebiasaan anak berlangsung dengan sangat cepat.
“Usia 0–6 tahun adalah golden age, masa ketika otak, karakter, dan kebiasaan anak berkembang sangat pesat. Karena itu, meskipun orang tua bekerja, anak tetap membutuhkan kehadiran, perhatian, dan kasih sayang dari orang tuanya,” jelas Andi Irwan.
Ia mengingatkan bahwa kualitas interaksi lebih penting daripada sekadar jumlah waktu yang dihabiskan bersama anak. Orang tua dapat memanfaatkan waktu sebelum berangkat kerja, setelah pulang, maupun menjelang tidur untuk membangun komunikasi dan kedekatan dengan anak.
Aktivitas sederhana seperti bermain bersama, membacakan cerita, mendengarkan pengalaman anak, memberikan pelukan, serta memberikan apresiasi atas hal-hal positif yang dilakukan anak dapat memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
“Luangkan waktu untuk mendengarkan cerita dan perasaan anak tanpa menghakimi. Berikan pelukan, pujian, dan kasih sayang. Momen-momen kecil yang berkualitas seperti ini akan menjadi bekal besar bagi tumbuh kembang mereka,” ujarnya.
Selain membangun kedekatan emosional, orang tua juga memiliki tanggung jawab memastikan kebutuhan gizi, kesehatan, dan istirahat anak terpenuhi. Bagi keluarga yang melibatkan pengasuh atau anggota keluarga lain dalam pengasuhan, komunikasi dan koordinasi juga diperlukan agar anak mendapatkan pola asuh yang konsisten.
Menurut Andi Irwan, menjadi orang tua bekerja bukan berarti kehilangan kesempatan untuk hadir dalam kehidupan anak. Justru, kualitas perhatian dan kepedulian yang diberikan dapat menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter anak.
“Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna. Anak membutuhkan orang tua yang hadir, peduli, dan penuh kasih sayang,” tegasnya.
DPPKB Kota Makassar berharap pembinaan BKB dapat semakin meningkatkan kapasitas orang tua dalam memberikan pengasuhan yang tepat, sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat, percaya diri, memiliki karakter positif, dan berkembang sesuai potensinya.










