Mantan Pendeta Hebat Yahya Waloni Meninggal Usai Baca Khutbah Jumat

  • Bagikan
Muhammad Yahya Waloni. Foto instagram
Muhammad Yahya Waloni. Foto instagram

Innalillahi Waiina Ilaihi Rojiun.

Dari pendeta menjadi pendakwah, dari gereja menuju masjid,dari Yahya Waloni menjadi Muhammad Yahya Waloni.

Lelaki kelahiran Manado, 30 November 1970 ini, menemukan cahaya Islam pada Oktober 2006. Bersama istrinya, ia bersyahadat, menapaki jalan baru yang penuh perjuangan dan cinta pada Allah.

Hari ini, ia pulang dalam keadaan mulia, wafat saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Darul Fallah, Minasa Upa Makassar (6/6/2025) bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Dia meninggal di rumah Allah, dalam tugas dakwah ia menutup kisahnya.

Setelah memeluk Islam, Muhammad Yahya Waloni tak hanya berpindah keyakinan, ia berpindah haluan hidup. Semangatnya untuk menyuarakan kebenaran begitu membara. Ia aktif berdakwah, menyampaikan pesan-pesan tauhid lewat mimbar, media sosial, dan YouTube.

Gaya bicaranya dikenal lugas, tanpa banyak basa-basi. Ia menyampaikan apa yang diyakininya sebagai kebenaran, meski kadang menabrak arus dan menyinggung isu-isu yang sensitif. Tak sedikit yang menyambutnya dengan simpati, tapi tak jarang pula menuai kontroversi.

Namun di balik semua itu, ia tetaplah manusia yang sedang berjalan menuju Tuhannyadengan segala keberanian, luka, dan keikhlasan yang ia bawa dalam dakwahnya.

Kini, ia telah tenang. Telah usai perjalanannya. Semoga segala kekhilafan diampuni, dan segala kebaikan diterima sebagai bekal pulang ke sisi Allah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *