Listrik Padam Bergilir di Sulsel Dua Hari Berturut-turut, Warga: Sampai Kapan?

  • Bagikan

MAKASSAR – Pemadaman listrik bergilir kembali dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dalam dua hari terakhir. Kondisi ini membuat aktivitas warga dan pelaku usaha ikut terganggu, sementara kepastian kapan pasokan listrik kembali normal sepenuhnya masih menjadi pertanyaan.

Pada Minggu (30/8/2026), gangguan terjadi pada infrastruktur ketenagalistrikan di sisi pembangkit sekitar pukul 15.12 WITA. Gangguan tersebut menyebabkan pasokan listrik berkurang bagi sebagian pelanggan dalam sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

Untuk menjaga kestabilan sistem dan mencegah gangguan meluas, PLN melakukan pengaturan beban di sejumlah wilayah. Estimasi pengaturan beban saat itu sekitar dua jam, dengan durasi yang dapat berubah mengikuti kondisi sistem di lapangan.

Pemadaman kembali dirasakan warga pada Senin (31/8). PLN UID Sulselrabar menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan yang berdampak terhadap pasokan listrik di sejumlah wilayah.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, mengatakan pengaturan beban dilakukan untuk menjaga kestabilan sistem selama proses pemeliharaan berlangsung.

Durasi pemadaman diperkirakan sekitar dua jam untuk wilayah terdampak, namun pelaksanaannya tetap menyesuaikan perkembangan pekerjaan dan kondisi sistem di lapangan.

Sejumlah wilayah di Makassar dan Gowa dilaporkan ikut merasakan pemadaman bergilir tersebut.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyoroti kondisi sumber air yang berpengaruh terhadap pembangkit listrik tenaga air.

Sekretaris Daerah Sulsel Jufri Rahman mengatakan penurunan permukaan air di PLTA Bakaru, Kabupaten Pinrang, serta kondisi Bendungan Bili-Bili menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan pembangkit dalam memasok kebutuhan listrik.

Menurutnya, keterbatasan pasokan juga berkaitan dengan penggunaan pembangkit berbahan bakar diesel yang membutuhkan biaya operasional cukup besar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan pasokan listrik di Sulsel tidak hanya berkaitan dengan jaringan distribusi, tetapi juga dipengaruhi kondisi pembangkit dan ketersediaan sumber energi.

Pemadaman bergilir tentu menjadi persoalan bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM, toko, rumah makan, perkantoran, hingga rumah tangga yang aktivitasnya sangat bergantung pada listrik.

PLN menyatakan terus melakukan pengaturan pola operasi pembangkit dan sistem kelistrikan serta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk mempercepat pemulihan pasokan.

PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak dan meminta masyarakat tetap tenang selama proses penanganan berlangsung.

Hingga Senin (31/8), belum ada kepastian waktu berakhirnya pengaturan beban secara keseluruhan. Pelaksanaan pemadaman masih bergantung pada kondisi sistem dan perkembangan pekerjaan pemeliharaan.

  • Bagikan
Exit mobile version