Kasoami Unik dan Hadirkan Rasa Penasaran

  • Bagikan

#Makanan Khas Buton, Wakatobi dan Masyarakat Muna#

Berkunjung ke Wakatobi sebagai salah satu destinasi wisata yang ada di Sulawesi Tenggara, menjadi awal perkenalan saya dengan Kasuami. Makanan dengan cita rasa yang tinggi berbentuk kerucut layaknya tumpeng membuat saya semakin penasaran, dengan rasanya.

Awal cerita, saat itu saya ke Wakatobi bersama rombongan dari Makassar menginap di salah satu resort yaitu Patuno. Karena tiba di hotel menjelang malam, akhirnya kami pun harus menikmati makan malam di restaurant hotel. Banyak makanan yang disediakan, termasuk makanan tradisional. Salah satunya, Kasuami. Dengar namanya saja sudah unik, wal hasil aku dan teman-teman penasaran ingin mencoba makanan khas orang Buton ini.

Tnpa pikir panjang,  saya terpaksa mencicipinya. Saya katakan terpaksa, sebab biasanya perut saya kadang tidak cocok dengan makanan yang berbahan dasar singkong. Namun, bentuknya yang unik menyerupai tumpeng ini menarik perhatianku. Makanan khas Buton, Wakatobi dan Muna ini, saat di makan tentunya  dipadukan dengan ikan bakar dan sambel, sama seperti makan nasi.

Salah seorang pelayan restauran Patuno Anies,menjelaskan, Kasuami diolah dari singkong yang sudah di bersihkan lalu diparut. Selanjutnya parutan singkong ini dimasukkan ke dalam cetakan berbentuk tumpeng. Cetakannya dibuat dari daun kelapa yang dirajut hingga berbentuk kerucut.

Cetakan yang sudah diisi kemudian di kukus di atas priuk hingga mengeluarkan uap sebagai tanda Kasuami sudah siap dihidangkan. Tidak lupa, untuk menambah cita rasa makanan, Kasuami dihidangkan bersama lauk berupa ikan bakar atau ikan kering serta sambalnya.

Karena rasanya yang nikmat, makanan yang memiliki kandungan karbonhidrat tinggi ini menjadi primadona. Bahkan, sebagian teman- teman memesan Kasuami sebagai oleh-oleh untuk di bawah pulang ke kampung halaman.* andi amriani

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *