Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, 6 Tewas dan Ratusan Masih Dicari

  • Bagikan
Virgo Transport 8 merupakan kapal penumpang jenis Ro-Ro yang dibangun di Jepang pada 1987. Data pelayaran menunjukkan kapal memiliki panjang sekitar 119 meter.

BANJARMASIN – Tragedi laut kembali terjadi di perairan Indonesia. KM Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin terbalik di Laut Jawa setelah dilaporkan menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan.

Kapal tersebut membawa 243 orang, terdiri dari penumpang dan awak kapal. Hingga perkembangan terbaru operasi SAR, enam orang dinyatakan meninggal dunia, 108 orang berhasil diselamatkan, sementara sekitar 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu, 12 September 2026. Berdasarkan data pelayaran, kapal bertolak dari Surabaya sekitar pukul 10.13 waktu setempat.

Sebelum komunikasi terputus, nakhoda sempat melaporkan kapal menghadapi cuaca buruk dan mengalami kemiringan.

“Kapal sebelumnya telah menghadapi cuaca buruk sekitar tengah malam. Sekitar pukul 02.00 WITA, nakhoda melaporkan kapal dalam kondisi miring. Setelah komunikasi tersebut, kapal tidak lagi dapat dihubungi,” kata epala Kantor SAR Banjarmasin melalui SAR Mission Coordinator (SMC) I Putu Sudayana.

Enam Korban Meninggal Dunia

Operasi penyelamatan langsung dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan melibatkan kapal-kapal penyelamat, TNI AL, Polri serta dukungan dari udara.

Dalam perkembangan awal, sebanyak 103 orang berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, enam orang dinyatakan meninggal dunia.

Operasi kemudian terus berkembang dan jumlah korban yang berhasil diselamatkan bertambah. Laporan terbaru menyebut 108 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara sedikitnya 129 orang masih belum ditemukan.

Besarnya jumlah korban yang masih dicari membuat operasi SAR terus diperluas.

Polri Kerahkan Tiga Kapal

Untuk memperkuat pencarian, Korpolairud Baharkam Polri mengirimkan tiga kapal polisi menuju lokasi kecelakaan.

Tiga armada tersebut yakni KP Laksmana-7012, KP Ibis-6001, dan KP Manyar-5003.

KP Laksmana-7012 yang berada dalam posisi BKO Kalimantan Selatan memiliki jarak sekitar 80 mil laut dari lokasi dengan estimasi perjalanan tujuh jam.

Sementara KP Ibis-6001 yang berada dalam posisi BKO Kalimantan Tengah berjarak sekitar 103 mil laut dengan waktu tempuh diperkirakan sembilan jam.

Adapun KP Manyar-5003 yang berada dalam posisi BKO Surabaya memiliki jarak sekitar 200 mil laut dan diperkirakan membutuhkan waktu hingga 24 jam untuk mencapai lokasi.

Pengerahan armada tambahan ini dilakukan untuk memperluas area penyisiran dan mempercepat proses pencarian korban yang masih hilang.

Keluarga Korban Menunggu Kepastian

Di tengah operasi SAR yang terus berlangsung, keluarga penumpang berdatangan dan menunggu kabar di sejumlah posko informasi.

Pelabuhan Trisakti Banjarmasin menjadi salah satu lokasi penanganan korban yang berhasil dievakuasi. Sejumlah fasilitas medis dan ambulans juga disiapkan untuk menerima korban yang tiba dari lokasi kejadian.

Suasana haru dan kecemasan menyelimuti keluarga karena sebagian dari mereka masih belum memperoleh kepastian mengenai keberadaan anggota keluarganya.

Sejumlah korban selamat diketahui berhasil ditemukan setelah mendapat pertolongan dari kapal lain maupun nelayan yang berada di sekitar lokasi.

Menhub: Penyebab Kecelakaan Masih Diinvestigasi

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab kecelakaan.

Faktor cuaca buruk menjadi informasi awal yang muncul dalam laporan kecelakaan. Namun, penyebab pasti kapal sampai terbalik masih harus dibuktikan melalui investigasi.

Pemerintah menyerahkan proses penyelidikan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Kami tidak ingin terlalu awal menyampaikan kesimpulan,” ujar Dudy dalam keterangannya terkait penanganan kecelakaan tersebut.

Hingga pembaruan terakhir, pencarian korban masih berlangsung. Tim gabungan terus melakukan penyisiran melalui jalur laut dan udara. Kondisi gelombang serta cuaca di sekitar lokasi menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian.

Dengan masih banyaknya korban yang belum ditemukan, perhatian kini tertuju pada bagaimana tim SAR dapat memperluas pencarian sekaligus memastikan seluruh korban KM Virgo Transport 8 berhasil ditemukan dan dievakuasi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *