Kampung Ramadan Wa’Kopi Tepisungai 2026: Dari Warkop Lahir Gerakan Produktif

  • Bagikan

MAROS – Semarak Kampung Ramadan 1447 H di Wa’Kopi Tepisungai Buttatoa Kabupaten Maros hadir dengan warna berbeda. Kampung Ramadan yang digelar 25 Februari hingga 15 Maret 2026 dirancang sebagai ruang aktualisasi ide, kreativitas, dan pemberdayaan ekonomi umat.

Mengusung tema “Berjaya, Berjamaah dan Berbagi tanpa Batas”, kegiatan ini dibuka oleh Prayitno, Staf Ahli yang mewakili Bupati Maros. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif tersebut karena dinilai mendorong kemerdekaan berkreasi di tengah masyarakat.

Ia menyinggung masih kuatnya budaya “aji mumpung” serta rendahnya daya baca dan jam terbang kreativitas di sebagian kalangan. Karena itu, Kampung Ramadan yang dihelat Wa’Kopi Tepisungai dinilai menjadi momentum untuk membangun budaya produktif dan berkelanjutan.

Hadir pula Ketua Masata Bang Udhin, Ketua BKPRMI Sulsel, Asri Said serta sejumlah tokoh pemuda Kabupaten Maros. Dalam pemaparannya, Asri menegaskan bahwa warkop seharusnya menjadi gudang idealisme, bukan sekadar ruang nongkrong populis tanpa dampak nyata.

Menurutnya, organisasi kepemudaan mesti menghadirkan formulasi kegiatan yang produktif dan terukur, bukan hanya seremonial dan simbolik demi menjaga kesucian Ramadan. Ia juga mendorong pemerintah untuk mengevaluasi event yang dinilai lebih banyak mudarat, termasuk festival beduk yang disebut telah berulang kali menelan korban jiwa.

Ketua Gerakan Rakyat Maros, Andi Iqbal Dwi, yang juga pendiri warkop, mengapresiasi kegiatan yang mandiri serta mengedepankan kebermanfaatan riil bagi masyarakat.

Sementara Arbi atau Daeng Jhon menambahkan, citra warkop akan memiliki bargaining position kuat jika diisi dengan kegiatan kreatif dan edukatif dengan ukuran input dan output yang jelas. “Untuk warga yang berdomisili di kabupaten Maros, mari datang dan nikmati suguhan aktivitas dan jajanan takjil pada kegiatan kampung ramadan di wa’kopi tepisungai, semoga berkah untuk semua,” katanya.

Selama hampir tiga pekan, sejumlah agenda produktif akan digelar, di antaranya:
  • Porena UMKM – Pameran produk UMKM lokal.

  • Tebus Murah – Program subsidi kebutuhan pokok bagi warga.

  • Festival Lagu Religi Pelajar – Ajang kreativitas pelajar.

  • Pelatihan UMKM – Penguatan kapasitas pelaku usaha.

  • Bagi-Bagi Takjil – Berbagi keberkahan untuk masyarakat.

  • Buka Puasa Bersama dan Kultum – Mempererat ukhuwah.

Untuk kepedulian di bidang pendidikan dan SDM, wa’ kopi tepisungai juga mengadakan kursus 3 bahasa gratis dan terbuka untuk umum, berapa peserta ada yang dari sudiang makassar (Bahasa Arab, Inggris dan Jepang). Sebagai informasi bahwa wa kopi tepi sungai sudah bekerjasama dengan agen resmi penyaluran tenaga ke jepang dan siap mendata 1000 pemuda pemudi maros yang minat bekerja ke Jepang.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi BKPRMI, Masata, HPI, dan Gerakan Rakyat, serta mendapat dukungan penuh dari Pemkab dan Baznas Maros.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *