MAKASSAR, timurindonesia.com – Saat berbuka puasa jangan terburu-terburu. Hal tersebut akan membuat begah yang membuat Anda terhambat melanjutkan ibadah tarwih setelah berbuka.
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat berbuka puasa menurut Kementerian Kesehatan.
1. Berbuka dengan Air Hangat
Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Eni Gustina dalam laman Direktorat Promosi Kesehatan Dan Pemeberdayaan Masyarakat menjelaskan sebaiknya berbuka dengan air hangat dan buah.
“Diawali dengan air putih hangat, lalu kita dari kesehatan menyarankan buah-buahan segar yang manis (tidak asam). Secara agama juga kan dianjurkan kurma ya. Kurma itu mengandung karbohidrat dan energi”, ujarnya.
2. Jangan Makan Terlalu Banyak
Perhatikanlah porsi makan. Jangan makan terlalu banyak.
“Lambung kita kan selama belasan jam kosong nih, jadi kalau diisi jangan langsung banyak. Setelah buka puasa, kita shalat, terawih. Nah, habis terawih itu dilanjutkan makan dengan porsi piring makanku, banyak sayuran seperti biasa”, jelasnya.
3. Sebaiknya Makan Setelah Tarawih
Tidak ada larangan untuk makan malam setelah salat tarawih. Hal tersebut juga tidak akan membuat gemuk dengan ketentuan mengatur porsi makanan dengan memperbanyak sayur.
“Makan malam setelah shalat terawih sangat boleh, kita seharian sudah puasa. Kadang remaja putri yang sering berpikir begitu, habis shalat terawih tidak usah makan malam karena takut gemuk. Itu salah, kita akan kurang energi. Porsinya yang mesti kita ubah, harus kita perhatikan sayurnya harus lebih banyak”, pungkasnya.
4. Jangan Langsung Tidur
Ia juga menyarankan setelah makan malam jangan langsung tidur. Jeda waktu tersebut dapat kita isi dengan kegiatan atau ibadah lainnya. Tetapi jangan juga tidur terlalu malam, agar cukup istirahat dan tetap tepat waktu bangun untuk sahur kembali saat dini hari.










