Pelukan Terakhir Seorang Ibu di Bawah Reruntuhan Gempa NTT

  • Bagikan

Pelukan terakhir seorang ibu pada anaknya,saat gempa yang terjadi di NTT berkekuatan 7,7 Magnitudo, Sabtu (15/8/2026).

Pagi di Nusa Tenggara Timur biasanya datang dengan tenang. Setelah melewati malam dan beristirahat, warga mulai bersiap menyambut hari. Ada yang membuka pintu rumah, menyiapkan sarapan, membersihkan halaman, atau bersiap menjalani pekerjaan seperti biasa.

Suasana pagi semestinya menjadi awal baru. Matahari terbit membawa harapan, sementara aktivitas perlahan tumbuh di tengah permukiman.

Namun, pagi itu berbeda belum sempat hari benar-benar dimulai, bumi berguncang hebat. Ketenteraman pagi yang seharusnya menyelimuti warga NTT berubah menjadi kepanikan.

Gempa utama berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Asa kisah yang mengharukan, di Manggarai Timur seorang ibu dan dua anaknya dilaporkan meninggal dalam kondisi memeluk anak bayinya. Ibu dan anak tersebut ditemukan pasca gempa.

Ketika bangunan mulai runtuh, seorang ibu mungkin tidak sempat berpikir panjang. Tangannya bergerak lebih cepat daripada rasa takutnya. Anak yang berada di dekatnya diraih, dipeluk, lalu didekap sekuat tenaga bahkan ketika ia tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri, ia masih berusaha menjadi tempat paling aman bagi anaknya.

Ketika tim penyelamat menemukan mereka, tangan sang ibu masih memeluk erat tubuh anaknya. Ia seakan melindungi anaknya agar tidak terkena reruntuhan bangunan.

Seolah-olah pada detik-detik terakhir sebelum bangunan itu runtuh, ia masih berusaha melakukan satu hal yang paling naluriah bagi seorang ibu melindungi anaknya.

Di antara berita tentang magnitudo, kerusakan, korban, dan evakuasi, ada manusia-manusia yang kehilangan segalanya. Ada ibu yang tak sempat mengucapkan selamat tinggal.

Ada anak yang tak sempat kembali ke pelukan ibunya dan ada sebuah pelukan terakhir yang ditemukan di bawah reruntuhan.

Pelukan itu mungkin telah berakhir bersama kehidupan mereka.Namun bagi siapa pun yang melihatnya, pelukan tersebut meninggalkan satu pesan sederhana.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *