WAMENA– Istri Sopir travel Aries Sandi, korban tembak Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sinta Bilolo dan dua orang temannya dievakuasi ke Kabupaten Wamena.
Aris Sandi, sopir travel asal Tana Toraja Sulawesi Selatan, ia tinggall di Papua sudah 23 tahun. Awalnya ikut kakaknya yang tinggal di Wamena.
Aries sehari-hari bekerja sebagai sopir travel rute Wamena-Nduga, pada hari itu. Selasa (15/09/2026), ia sedang membawa penumpang masyarakat dan satu orang pendeta. Saat ia melintas daerah pegunungan, sekelompok bersenjata menahan kendaraannya.
Kelompok bersenjata tersebut menyuruh seluruh penumpang untuk pulang, sementara Aries yang diketahui sebagai pendatang di tahan.
Dari informasi yang dihimpun, Aries dipaksa mengakui kemerdekaan Papua. Namun, setelah semua yang dilakukannya, ia tidak dibebaskan. Sebaliknya kendaraannya dibakar dan Aries ditemukan dalam kendaraan tersebut.
Sehari setelah kematian Aries, pihak keamanan dari TNI dan Polri pun mengevaluasi istri korban dari Distrik Mbua ke Kabupaten Nduga.Proses evakuasi dilakukan agar keluarga korban mendapatkan perlindungan dan pengamanan.
Istri Aries, Sinta Bilolo dievakuasi menggunakan helikopter milik TNI. Proses evakuasi dilakukan Kamis (17/09/2026).
Panglima Komando Operasi (Pangkoop), TNI Habena, Brigjen TNI Riyanto memerintahkan evakuasi terhadap istri Aries melalui jalur udara.
“Evakuasi tersebut dilakukan sebagai bentuk kemanusiaan, agar Sinta yang saat ini ddalam suasana duka bisa melakukan perjalanan dengan aman,” jelasnya.
Dari distrik Mbua, Sinta tidak sendiri, ia bersama dengan temannya Murni dan Haryati dievakuasi menggunakan helikopter bell dan helikopter fennec menuju kenyam.Tiba di Kenyam, Sinta melanjutkan penerbangan menuju Wamena menggunakan pesawat caravan.










