TPS3R Karebosi Jadi Lokasi Riset Pengelolaan Sampah, Peneliti Jepang Pelajari Inovasi Maggot BSF

  • Bagikan

MAKASSAR — Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Karebosi di Kelurahan Baru, Kota Makassar, menjadi lokasi kunjungan kerja rombongan peneliti dari Jepang.

Kunjungan ilmiah tersebut dipimpin Prof. Dr. Ir. Dorothea Agnes Rampisela, M.Sc. dari Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas). Rombongan disambut langsung Dipl.-Ing Tony Wasita selaku perwakilan Research Team BESTARI SAINTEK Universitas Negeri Makassar (UNM), bersama Lurah Kelurahan Baru.

TPS3R Karebosi menjadi salah satu lokasi yang menarik perhatian karena dinilai memiliki potensi sebagai pusat edukasi sekaligus laboratorium riset pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Kolaborasi dengan kalangan akademisi, termasuk tim BESTARI SAINTEK UNM, turut mendorong pengembangan berbagai inovasi dalam pengolahan sampah organik di fasilitas tersebut.

Salah satu fokus yang dikaji adalah optimalisasi penguraian sampah basah rumah tangga maupun sampah dari pelaku usaha dengan memanfaatkan maggot Black Soldier Fly (BSF).

Metode tersebut dinilai memiliki potensi dalam mengurangi volume sampah organik yang masuk ke tempat pembuangan akhir sekaligus menghasilkan produk turunan yang memiliki nilai manfaat.

Ratusan kilogram sampah basah yang dihasilkan masyarakat dan pelaku usaha diolah melalui proses tersebut. Hasilnya kemudian dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pupuk organik serta pakan ternak.

Pengelolaan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong konsep ekonomi sirkular, di mana sampah tidak hanya dipandang sebagai limbah, tetapi dapat diolah kembali menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

Kunjungan para peneliti Jepang ini diharapkan semakin memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman terkait teknologi serta inovasi pengelolaan sampah, sekaligus membuka peluang pengembangan riset kolaboratif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Dr. Helmy Budiman, S.STP., M.M., menegaskan bahwa fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) merupakan pilar utama dalam strategi “Makassar Bebas Sampah”.Seiring dengan kebijakan penghentian pembuangan sampah terbuka (open dumping) di TPA Tamangapa per Agustus 2026, DLH Makassar kini mengubah total pola pengelolaan sampah. Sampah tidak lagi langsung diangkut ke TPA, melainkan harus dipilah sejak dari rumah dan diolah secara komunal di tingkat wilayah lewat TPS3R sehingga hanya menyisakan residu akhir.

TPS3R Karebosi pun terus didorong menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan inovasi pengelolaan sampah yang menghubungkan masyarakat, pemerintah, dan dunia akademik.

  • Bagikan
Exit mobile version