Kursus Perdana 3 Bahasa di Wa’Kopi Tepisungai Maros, Peserta Didominasi Milenial hingga Pensiunan Camat

  • Bagikan

MAROS, – Warkop tak lagi sekadar tempat ngopi. Di Wa’kopi Tepisungai Butta Toa, Kabupaten Maros, Jumat (09/01), konsep warkop edukatif diwujudkan lewat kursus perdana tiga bahasa, yang langsung mendapat perhatian masyarakat lintas generasi.

Kelas perdana Bahasa Jepang diikuti 15 peserta, didominasi kalangan milenial non-ASN. Menariknya, kegiatan ini juga diikuti oleh seorang pensiunan camat, menandakan antusiasme belajar bahasa asing tak mengenal usia.

Owner Wa’ Kopi Tepisungai Butta Toa Maros sekaligus pencetus program Warkop Language, Dg Jhon, mengatakan konsep kursus ini sengaja dirancang berbeda.

“Calon peserta kursus tiga bahasa wajib membawa minimal tiga bibit tanaman yang berbeda sebagai syarat pendaftaran. Ini bentuk edukasi lingkungan sekaligus simbol menanam masa depan,” ujarnya.

Materi Bahasa Jepang dibawakan oleh Sensei Hafid, seorang guide HPI Maros yang juga alumni Teknik Perkapalan Universitas Hasanuddin (Unhas). Pada pertemuan perdana, peserta dibekali materi dasar berupa salam dan perkenalan diri dalam Bahasa Jepang.

Salah satu peserta, Pung Iqbal, pensiunan camat di Pemkab Maros yang kini berdomisili di Kecamatan Turikale, mengaku sangat antusias mengikuti program ini. Ia juga merupakan pembina dan penasihat di Wa’ Kopi Tepisungai Butta Toa Maros.

“Saya berharap milenial Maros benar-benar memanfaatkan peluang ini. Peluang kerja ke Jepang saat ini sangat terbuka lebar, dan penguasaan bahasa menjadi kunci utama,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Adi Laime, pengurus HPI Maros. Menurutnya, program ini menjadi alternatif cerdas bagi generasi muda.

“Daripada ikut bimbel yang biayanya jutaan rupiah, di sini gratis, berkualitas, dan bahkan bisa menjadi pintu masuk rekomendasi kerja ke Jepang. Kalau ada biaya lebih, itu bisa diarahkan masuk ke sekolah tenaga kerja Jepang,” jelasnya.

Program Kursus Tiga Bahasa di Warkop Language Wa’ Kopi Tepisungai ini diharapkan menjadi ruang belajar inklusif, murah, dan aplikatif, sekaligus membuka peluang global bagi generasi muda Maros.

  • Bagikan
Exit mobile version