Dimata Rekan Kerja, Briptu Rian Dikenal Sabar dan Pendiam

  • Bagikan
Almarhum Briptu Rian dan Briptu Fadhilatun Nikmah. Foto: internet
Almarhum Briptu Rian dan Briptu Fadhilatun Nikmah. Foto: internet

timurindonesia.com- Sosok almarhum Briptu Rian yang tewas dibakar istrinya, ternyata seorang laki-laki yang sabar dan pendiam. Banyak juga yang menyebut dia sangat baik. Tidak heran, ketika mendengar kematian Briptu Rian secara tragis, membuat rekan kerja hingga pimpinannya syok.

Sebelum kejadian Briptu Rian masih dinas, rekan kerjanya bahkan tidak melihat adanya masalah yang dialami oleh ayah dari tiga orang anak tersebut.

Kasi Humas Polres Jombang, Iptu Kasnasin mengungkapkan kepada sejumlah media, Ahad (9/6/2024) bahwa kepergian Briptu Rian sempat membuatnya syok. Sebab dia masih sempat bertemu dengan almarhum, sehari sebelum peristiwa tragis menimpa lelaki berusia 27 tahun itu.

Iptu Karnasin bercerita, komunikasi antara almarhum dengan rekan kerjanya di Polres Jombang sangat baik. Dia bahkan tidak pernah mendengar permasalahan dilingkup rumah tangganya.

“Dia anak yang baik, komunikasi dengan atasan juga sangat baik bahkan tidak pernah ada masalah dengan almarhum,”katanya, Ahad (09/06/2024).

Diketahui, Briptu Rian, meninggal di rumah sakit Wahidin Sudiro Husodo, Mojokerto pada Ahad tanggal 9 Juni 2024. Setelah menjalani perawatan selama 24 jam, akibat luka bakar 96 persen di sekujur tubuhnya.

Kapolres Mojokerto, AKBP Daniel S Marunduri kepada awak media mengatakan, Briptu Fadhilatun Nikmah, membakar suaminya di teras rumah, Asrama Polisi Mojokerto, Sabtu (8/6/2024).

Peristiwa tragis itu berawal ketika Dilla sapaan Fadhilatun Nikmah, mengecek ATM milik suaminya. Saldo di rekening tersebut sisa Rp800.000 padahal baru menerima gaji ke-13 yang seharusnya senilai Rp2.8 juta.

Dia pun menelepon suaminya dan memintanya kembali ke rumah, untuk menanyakan perihal gaji ke-13 yang seharusnya senilai Rp2,8 juta.

Sebelum suaminya pulang, perempuan yang baru baru melahirkan bayi kembar itu pun, singgah membeli bensin eceran di botol plastik. Setiba di rumahnya, bensin di simpan di atas lemari lalu di foto kemudian dia kirim ke Whatshap suaminya.

“Dia sempat mengancam suaminya, akan membakar anaknya jika tidak pulang,”katanya.

Sekira pukul 10.00 Briptu Rian tiba di rumahnya. Sebelum terlibat cekcok, korban diminta mengganti baju dengan kaos dan celana pendek.

Saat terjadi pertengkaran Briptu Dilla memborgol tangan suaminya dan mengaitkan ke anak tangga di garasi rumahnya. Lalu menyiram bensin yang sudah dia beli. Dilla kemudian menyalakan api dan membakar tisu,sambil memperlihatkan ke suaminya.

Api pun menyambar tubuh Rian yang berlumur bensin. Korban bahkan sempat teriak minta tolong. Tetangga yang mendengarnya berusaha memadamkan api dan memberikan pertolongan dengan membawa ke rumah sakit terdekat. Namun, keesokan harinya Briptu Rian meninggal.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *