MAKASSAR_ Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan. Melalui Fakultas Kedokteran, UMI telah mengirim tim dokter ahli ke wilayah terdampak bencana di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh,sekaligus menerjunkan teknologi drone thermal untuk membantu pencarian korban meninggal yang masih tertimbun pasca banjir bandang.
Hal tersebut terungkap dalam konferensi pers, Pimpinan Universitas Muslim Indonesia, di Menara UMI lantai 1, Minggu (7/12/2025).
KtiaKetua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Mansyur Ramli, menegaskan bahwa bencana yang terjadi di sejumlah daerah Aceh dan Sumatera harus segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata.
”Tim dari Fakultas Kedokteran sudah diberangkatkan. Ke depan, tim UMI harus lebih komprehensif lagi dalam memberikan bantuan,” ujarnya.
Prof. Mansyur juga menambahkan bahwa UMI sedang melakukan riset terkait penyebab bencana.
“Bencana terjadi karena kerusakan keseimbangan alam yang diciptakan Allah SWT. Ke depan harus ada lebih banyak riset, sejalan dengan gagasan hilirisasi Menteri Pertahanan Prabowo dalam mengurangi kerusakan lingkungan,” jelasnya.
UMI Salurkan Donasi, Siap Bantuan Moril dan Materil
Ketua Pengurus Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (YW-UMI), Prof. Masrurah Muchtar, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh pergerakan cepat Fakultas Kedokteran di Aceh Tamiang.
“Kita harus melihat apa yang paling dibutuhkan masyarakat di sana. Rektor dan yayasan telah memberikan bantuan spontan sebesar Rp60 juta, saat ada permintaan dukungan dari ICMI,” jelasnya.
Sumbangan ini berasal dari Dana Amaliah Pimpinan Universitas. Prof. Masrurah menegaskan UMI selalu siap memberikan bantuan moril dan materil bagi masyarakat yang tertimpa musibah.
Rektor UMI: Kepedulian Tidak Mengenal Jarak
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menyampaikan duka mendalam dan komitmen UMI dalam berbagai bentuk partisipasi.
“Semoga langkah ini menjadi motivasi bagi masyarakat dan perguruan tinggi lain. Kepedulian tidak mengenal jarak. Yang terpenting adalah meringankan beban saudara-saudara kita,” ujarnya.
Drone Thermal Bantu Deteksi Korban
Wakil Rektor II, Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara H Wata, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., menjelaskan bahwa UMI mengerahkan drone dengan kemampuan deteksi panas (thermal detection) untuk menemukan korban meninggal yang belum ditemukan.
“Drone ini memetakan titik panas tubuh manusia sehingga memudahkan tim di lapangan. Teknologi sangat membantu di medan berat seperti Aceh Tamiang,” katanya.
Laporan Tim Medis di Aceh Tamiang
Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran, dr. Irna Diyana Kartika K, M.Kes., Sp.PK., Ph.D, melaporkan bahwa tim dokter yang berada di Aceh Tamiang menghadapi kondisi medis darurat.
“Banyak pasien mengalami luka terbuka yang membutuhkan jahitan, gatal-gatal, dan diare. Rumah sakit setempat tidak mampu menampung semua korban,” jelasnya.
UMI juga menyalurkan 250 kg bantuan berupa makanan bayi dan popok melalui kepala dusun setempat.
“Banyak korban kehilangan orang tua. Di lokasi, kebutuhan psikiater sangat mendesak. dan kami terus berkoordinasi agar bantuan lebih efektif,” tambahnya.
Rencanya tim fakultas kedokteran Universitas Muslim Indonesia akan kembali memberatkan tim dokter Kamis pekan depan ke wilayah Sumatera.
Update Kondisi dari Sumatera
Dalam kesempatan ini juga komunikasi via sambungan video call menjelaskan kepada para pimpinan UMI, Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri , S.Pd, MH., menyampaikan kondisi terakhir pasca 11 hari bencana: 54 orang meninggal dunia dan Korban meninggal masih berpotensi bertambah, Sementara 4.500 orang mengungsi serta kondisi cuaca masih hujan dan terjadi banjir susulan.
“Tim medis masih sangat dibutuhkan karena rumah sakit tidak bisa menampung seluruh korban,” jelasnya.
UMI: Siap Terus Hadir untuk Negeri
UMI menegaskan akan menunggu evaluasi dari tim medis di lapangan agar bantuan berikutnya tepat sasaran.
“Kami mewakili pimpinan berharap UMI bisa terus membantu, baik secara fisik maupun nonfisik,” ujar Prof. Zakir.
Dengan kolaborasi lembaga, teknologi drone, dan kesigapan tenaga medis, UMI berkomitmen hadir bagi masyarakat Aceh Tamiang serta daerah lain yang membutuhkan.
