GOWA, Ribuan pendaki merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di puncak Gunung Bawakaraeng Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Tercatat, 3.786 pendaki melakukan registrasi untuk mengikuti pendakian dalam momentum kemerdekaan tersebut.
Data tersebut dihimpun dari empat jalur pendakian utama hingga Senin (17/8/2026). Jalur Bulu Balea menjadi titik dengan jumlah pendaki terbanyak, yakni 2.033 orang, disusul Tassoso 1.081 orang, Kanreapia 422 orang, dan Lembanna 250 orang.
Kepadatan pendaki membuat pengamanan diperketat. Tim Siaga SAR Khusus Merah Putih mengerahkan 295 personel gabungan selama periode 15 hingga 18 Agustus 2026.
Ratusan petugas tersebut berasal dari Basarnas, komunitas SAR, relawan, serta tenaga medis. Mereka ditempatkan di delapan titik strategis, termasuk kawasan Puncak Bawakaraeng dan Lembah Ramma.
Di tengah tingginya antusiasme pendaki, tim SAR juga harus menangani puluhan pendaki yang mengalami gangguan kesehatan selama berada di jalur.
Hingga Selasa (18/8/2026) pagi, tercatat 31 pendaki mengalami trouble dan membutuhkan penanganan. Kondisi yang dialami antara lain hipotermia, asma, kelelahan berat, hingga cedera kaki.
Suhu dingin ekstrem serta kondisi jalur yang padat dan cukup berat menjadi salah satu faktor yang membuat kondisi fisik sejumlah pendaki menurun.
Sebagian besar pendaki yang mengalami gangguan kesehatan telah dievakuasi menuju Posko Bulu Balea. Mereka mendapatkan penanganan dari tim medis gabungan, sementara beberapa pendaki harus dirujuk ke Puskesmas Tinggi Moncong.
Proses evakuasi juga masih berlangsung terhadap seorang pendaki yang mengalami cedera lutut parah di sekitar Pos 7 jalur Lembanna pada Selasa pagi. Tim SAR harus melewati medan terjal untuk membawa korban menuju lokasi yang lebih aman.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengingatkan pendaki agar tidak mengabaikan kondisi fisik selama perjalanan turun.
“Pendaki yang melakukan perjalanan turun juga diharapkan saling menjaga kondisi anggota kelompok, memperlambat perjalanan apabila ada yang kelelahan, serta segera meminta bantuan kepada petugas di pos siaga jika mengalami gangguan kesehatan,” ujar Muhammad Arif Anwar, Selasa (18/8/2026).
Tim Siaga SAR Khusus Merah Putih masih disiagakan hingga 18 Agustus 2026. Petugas memastikan proses pemantauan dan evakuasi tetap berjalan sampai seluruh pendaki turun dari kawasan Gunung Bawakaraeng dengan selamat.










