Pidato Prabowo di PBB: Siap Kerahkan Pasukan Menjaga Perdamaian di Gaza

  • Bagikan

MAKASSAR– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyampaikan pidato perdananya di Sidang Majelis Umum ke-80 PBB. Dia berbicara pada urutan ketiga, sesi pertama. Dia berpidato dengan durasi 19 menit, Selasa (23/9/2025).

Di hadapan para pemimpin dunia yang hadir di ruang sidang Majelis Umum PBB, Presiden Prabowo membuka pidato perdananya dengan penuh penghormatan. Kepala Negara menekankan pentingnya persaudaraan universal di tengah perbedaan bangsa dan agama. “Seruan Indonesia dalam Harapan,” merupakan tema yang diusung Prabowo dalam pidatonya.

Cukup banyak yang disampaikan Prabowo dalam sidang majelis umum PPB, namun diakhir pidato dia lebih banyak menekankan pentingnya solidaritas antar bangsa.

Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan dunia akan hak-hak dasar setiap individu yang tidak bisa diganggu gugat, seperti hak untuk hidup, kebebasan, dan mengejar kebahagiaan. Ini adalah pesan yang sangat relevan, mengingat banyaknya konflik di berbagai belahan dunia yang sering kali melibatkan pelanggaran terhadap hak-hak dasar ini.

Prabowo menyerukan agar negara-negara saling mendukung dalam menghadapi masalah global, seperti perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, dan konflik antarnegara. Solidaritas ini penting agar dunia dapat mencapai perdamaian dan kesejahteraan bersama.

Terkait kondisi di Palestina, dia dengan tegas mengatakan , dunia kita digerakkan oleh konflik, ketidakadilan, dan ketidakpastian yang semakin dalam. Setiap hari kita menyaksikan penderitaan, genosida, dan pengabaian terang-terangan terhadap hukum internasional serta martabat kemanusiaan.

PBB diciptakan untuk menjamin perdamaian, keamanan, keadilan, dan kebebasan bagi semua. “Kami tetap berkomitmen pada internasionalisme, multilateralisme, dan setiap upaya yang memperkuat lembaga besar ini,” katanya.

Dengan lantang Prabowo mengatakan,kita tidak boleh diam ketika rakyat Palestina ditolak keadilan dan legitimasi yang sama di aula ini. Ketika Dewan Keamanan dan Majelis Agung ini memutuskan, Indonesia siap mengerahkan 20.000 atau bahkan lebih putra-putri kami untuk menjaga perdamaian di Gaza atau di tempat lain, di Ukraina, di Sudan, di Libya, di mana pun perdamaian perlu ditegakkan, perdamaian perlu dijaga, kami siap.

Situasi yang mengerikan di Gaza masih berlangsung di depan mata kita. Saat ini juga, orang-orang tak berdosa berteriak minta tolong, minta diselamatkan. Siapa yang akan menyelamatkan mereka? Siapa yang akan menyelamatkan orang tua dan para perempuan? Jutaan orang menghadapi bahaya saat ini juga, menghadapi trauma, kerusakan tubuh yang tak bisa diperbaiki, mereka mati kelaparan.

“Kita harus mengakui Palestina sebagai negara merdeka, kita harus menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza. Priorotas utama kita mengakhiri perang, kita harus mencapai perdamaian yang sangat diperlukan bagi umat manusia,” katanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *