Jerome Polin Sentil Sri Mulyani Soal Gaji Guru, DPR hingga Warganet Ramai Beri Dukungan

  • Bagikan

JAKARTA — Kritik pedas YouTuber dan pegiat pendidikan, Jerome Polin, terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyani, memicu gelombang perbincangan publik. Isu gaji guru dan dosen yang dinilai masih rendah, dinilai menjadi ancaman serius bagi cita-cita Indonesia Emas 2045.

Jerome menanggapi pernyataan Sri Mulyani yang menyebut gaji guru merupakan tantangan besar bagi keuangan negara. Melalui unggahan di media sosial, ia menyatakan keprihatinannya.“Bagaimana mau mencapai Indonesia Emas kalau guru saja tidak sejahtera? Pendidikan itu dimulai dari kesejahteraan tenaga pendidiknya,” tulis Jerome.

Menurutnya, rendahnya gaji guru—bahkan ada yang menerima Rp300 ribu per bulan—membuat banyak anak muda cerdas enggan memilih profesi guru. Jerome juga mengusulkan pengalihan anggaran dari sektor yang kurang prioritas untuk memperkuat pendanaan pendidikan.

Tagar #GajiGuru dan #SriMulyani menduduki trending di media sosial. Banyak warganet membagikan kisah guru honorer yang menerima gaji di bawah Rp500 ribu per bulan. Tak sedikit pula mahasiswa yang mengaku mengurungkan niat menjadi guru karena persoalan kesejahteraan.

Komisi X DPR RI, yang membidangi pendidikan, meminta pemerintah mengevaluasi penyerapan anggaran pendidikan sebesar Rp724,3 triliun di RAPBN 2025. DPR mempertanyakan efektivitas kewajiban 20% APBN untuk pendidikan yang ternyata belum mampu menaikkan gaji guru secara signifikan.

“Kalau anggaran sebesar itu tidak terasa langsung di kantong guru, berarti ada masalah dalam prioritas belanja,” ujar salah satu anggota Komisi X.

Sri Mulyani menegaskan bahwa gaji guru PNS dibayar oleh negara, sementara guru honorer sebagian besar menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Ketimpangan inilah yang membuat standar gaji berbeda di setiap wilayah.
Ia menambahkan, pemerintah telah menyalurkan tunjangan profesi dan sertifikasi guru, namun prosesnya bertahap dan belum mencakup semua guru setiap tahunnya.

Isu gaji guru kini menjadi salah satu agenda panas menjelang Pilkada dan Pemilu 2029. Beberapa bakal calon kepala daerah mulai memanfaatkan isu ini untuk menawarkan program kenaikan gaji guru honorer.
Kementerian Keuangan pun dikabarkan tengah mengkaji simulasi kenaikan tunjangan guru dengan mengalihkan sebagian anggaran dari pos lain.

Kritik Jerome Polin terhadap Sri Mulyani tidak hanya memicu perdebatan, tetapi juga membuka kembali diskusi lama soal prioritas belanja pendidikan di Indonesia. Publik menunggu langkah nyata pemerintah dalam memastikan guru sebagai ujung tombak pendidikan mendapat penghargaan yang layak.

  • Bagikan
Exit mobile version