Jangan Rusak Pohon, DLH Makassar: Satu Pohon Tumbuh Bertahun-tahun Bisa Hilang Sekejap

  • Bagikan

MAKASSAR – Menjaga ruang terbuka hijau bukan hanya soal mempertahankan taman agar tetap terlihat indah. Lebih dari itu, keberadaan pohon dan vegetasi memiliki peran penting dalam menjaga kualitas lingkungan Kota Makassar.

Karena itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pohon dan ruang hijau yang berada di sekitar tempat tinggal maupun ruang publik.

Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan menjaga Makassar tetap teduh membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat, bukan hanya pemerintah.

“Menjaga Makassar tetap teduh bukan cuma tugas pemerintah. Pohon di depan rumah, taman di lingkungan, sampai ruang hijau yang kita temui setiap hari semuanya layak dijaga,” ujar Helmy.

Menurutnya, satu pohon memiliki banyak manfaat bagi lingkungan. Selain menghasilkan oksigen dan memberikan keteduhan, pohon juga membantu menyerap air hujan, menyediakan habitat bagi satwa, serta berkontribusi dalam mengurangi polusi udara.

Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan tindakan yang dapat merusak pohon, seperti memaku pohon, membakar sesuatu di sekitar pohon, menyiramkan bahan berbahaya hingga menebang pohon tanpa izin.

“Karena satu pohon yang tumbuh bertahun-tahun bisa hilang hanya dalam waktu singkat,” tegasnya.

DLH Makassar juga terus memberikan edukasi melalui Sosialisasi Ruang Terbuka Hijau yang telah dilaksanakan di 15 kecamatan. Sosialisasi tersebut diarahkan untuk membangun pemahaman masyarakat bahwa RTH memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar taman kota.

RTH juga mencakup jalur hijau, sempadan sungai, hutan kota serta ruang hijau di lingkungan permukiman. Seluruhnya menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan perkotaan.

Helmy berharap edukasi tersebut dapat mendorong masyarakat untuk tidak hanya menikmati ruang hijau, tetapi ikut merawat dan melindunginya.

“Dalam menjaga ruang hijau, mari ki’ rawat pohon, jaga taman, dan lindungi ruang hijau di sekitar ta’. Karena kota yang nyaman tidak tercipta sendiri, ia tumbuh dari kepedulian kita bersama,” katanya.

Menurutnya, kebiasaan menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana. Tidak merusak pohon, menjaga kebersihan taman, serta ikut mempertahankan ruang hijau di lingkungan masing-masing merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kota.

Gerakan tersebut diharapkan terus berlanjut bersama warga setelah rangkaian sosialisasi selesai. Sebab, keberadaan RTH yang terawat bukan hanya memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi investasi lingkungan untuk generasi mendatang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *