MAKASSAR – Upaya pencegahan stunting terus diperkuat Pemerintah Kota Makassar dari hulu. Salah satunya melalui pembekalan kepada calon pengantin agar memiliki pengetahuan dan kesiapan yang memadai sebelum membangun keluarga.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan yang berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Manggala, Rabu (5/8/2026).
Andi Irwan menjelaskan, Bimbingan Perkawinan menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun keluarga berkualitas sekaligus mendorong pencegahan stunting sejak sebelum pasangan memasuki kehidupan berumah tangga.
“Pencegahan stunting dimulai dari hulu. Melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan, calon pengantin dibekali pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, pemenuhan gizi, serta pentingnya mempersiapkan kehamilan yang sehat,” jelasnya.
Menurutnya, kesiapan calon pengantin menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas. Pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga diharapkan dapat membantu pasangan mempersiapkan kehamilan dengan lebih baik.
Selain itu, pengetahuan mengenai pemenuhan gizi juga menjadi bekal penting bagi pasangan dalam mempersiapkan kondisi kesehatan ibu dan anak sejak awal kehidupan keluarga.
Andi Irwan menegaskan, pencegahan stunting tidak dapat dilakukan hanya setelah seorang anak lahir. Upaya tersebut perlu dimulai jauh sebelumnya, termasuk melalui peningkatan pengetahuan dan kesiapan calon pasangan suami istri.
“Keluarga yang berkualitas dimulai dari pasangan yang siap. Dengan persiapan yang baik, kita ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh sehat, cerdas, dan bebas stunting,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan Bimbingan Perkawinan dapat terus menjadi ruang edukasi bagi calon pengantin, sehingga mereka tidak hanya siap secara sosial dan mental untuk membangun rumah tangga, tetapi juga memahami pentingnya kesehatan reproduksi, gizi, dan perencanaan keluarga.
“Cegah stunting mulai dari sebelum menikah, demi mewujudkan generasi Indonesia yang berkualitas,” pungkas Andi Irwan.










