Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia Tahun 2025, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan bertajuk “Remaja Peduli, Remaja Beraksi: Bersama Akhiri AIDS” secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (7/11/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh Penyuluh KB, Forum GenRe Sulsel, serta Pengurus PIK-R dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Shodiqin, SH, MM, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk menekan angka kasus HIV yang terus meningkat di kalangan usia produktif dan remaja.
“Data menunjukkan sebagian besar kasus baru HIV ditemukan pada kelompok usia produktif, termasuk remaja. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama — pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga masyarakat, dan keluarga — untuk bersatu dalam edukasi dan pencegahan,” ujar Shodiqin.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Generasi Hebat, Sehat, dan Bebas HIV/AIDS di Sulawesi Selatan.
“Semoga kegiatan ini menumbuhkan semangat kolaborasi dan memperkuat komitmen kita untuk melindungi generasi muda dari ancaman HIV/AIDS,” tambahnya.
Kegiatan tersebut diawali dengan sambutan Ketua Tim Kerja IMP dan Kehumasan BKKBN Sulsel, Hj. Siti Sulfiani, S.Sos., M.Si., yang menegaskan bahwa program Bangga Kencana memiliki cakupan luas dan tidak hanya berfokus pada pengendalian kelahiran.
“Program Bangga Kencana juga mencakup pembangunan ketahanan keluarga, pembinaan remaja, pencegahan stunting, serta penguatan peran keluarga dalam pendidikan karakter dan perlindungan anak,” jelasnya.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Aminullah Thalib, SE – Koordinator Pendukung Sebaya. A. Ary Prathama – Pendukung Sebaya Keduanya memberikan materi seputar pendampingan sebaya, pentingnya kesadaran remaja terhadap risiko HIV/AIDS, serta peran komunitas dalam mendukung pencegahan di lingkungan sosial.
Melalui kegiatan ini, BKKBN Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat edukasi dan kampanye pencegahan HIV/AIDS, terutama di kalangan remaja, sebagai langkah nyata menuju Sulawesi Selatan bebas HIV/AIDS.










