Pembimbing Cobig Tour Imam Masjid 99 Kuba Paparkan Adab Masuk Raudhah

  • Bagikan

MAKASSAR,timurindonesia.com– Suasana kota Madinah sore itu, terasa sangat sejuk. Hembusan angin mengiringi langkah jemaah dari berbagai penjuru dunia.

Rombongan jemaah travel Cobig Tour Makassar, pun terlihat berdesak-desakan keluar dari masjid Nabawi. Dengan wajah yang segar dan selalu semangat dan kompak.

Mereka baru saja menunaikan salat azar, dan siap mengikuti kajian sore di pelataran masjid.

Jemaah yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi, masih terlihat semangat duduk di atas karpet hijau. Mereka menyimak penjelasan dari ustadz pembimbing Abdul Azis Abu Bakar.

Masuk ke Raudhah merupakan impian semua jemaah, baik yang sedang melaksanakan ibadah umrah maupun haji.

Namun, untuk masuk ke makam nabi Muhammad SAW, tidaklah mudah juga tidak begitu sulit. Sebab setiap jemaah yang ikut dalam rombongan travel sudah memiliki kesempatan untuk ziarah tetapi, harus menunggu antrian yang sudah diatur oleh Muassasah.

Ustadz Abdul Azis Abu Bakar menjelaskan, Raudhah merupakan sebuah tempat yang berada di area masjid Nabawi yang diyakini sebagai taman surga.

Sehingga sebelum masuk ke Raudhah, jemaah harus memahami adab-adab ziarah ke makam nabi.
Apalagi sebagai orang yang pertama kali melaksanakan ibadah umrah harus memiliki ilmu dan pemahaman agar tidak salah arah.

Banyak jemaah yang datang dan berkunjung saja tanpa memiliki pemahaman. Apalagi tidak semua travel yang memberikan kajian-kajian sebelum melaksanakan ziarah ke makam nabi.

“Jangan sampai kita datang membawa hajat, meminta-minta dan sebagainya di depan makam. Itu tidak dibenarkan,”jelasnya.

Karena itulah Pentingnya Kajian sebelum Ziarah ke Raudhah. Dia juga menjelaskan, apa yang dilakukan di raudhah yakni salat minimal dua rakaat dan boleh lebih.

Kalau misalnya berhalangan atau tidak sedang salat maka perbanyak beristigfar karena disitu tempat untuk berdoa.

“Bisa seperti ini, semoga diriku berada disini engkau juga akan menempatkan aku di surgamu,” jelasnya dihadapan seluruh jemaah umrah Cobig Tour, pemberangkatan 28 Februari 2024.

Lebih lanjut ayah dari tiga orang anak ini mengatakan, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan jemaah ketika masuk Raudhah.

Pertama, niat. Jemaah datang ke tempat peristirahatan terakhir nabi Muhammad SAW dengan niat untuk ibadah. Sehingga harus menggunakan waktu yang hanya lima menit sebaik mungkin.

Kata Abdul Azis, hal penting kedua, jemaah harus memperbaiki niat dan luruskan hati. “Jangan meminta kepada rasulullah tetapi, berdoalah kepada Allah. Jangan sampai ada yang meminta jodoh di sana, jangan ya,” tegasnya.

Selanjutnya, jemaah diminta untuk ikhlas, perbaiki hati. Allah SWT akan mencabut rasa dengki, rasa iri, cabut rasa yang menyakitkan.

Adab berziarah ke kuburan, dijelaskan kembali oleh pembimbing umrah Cobig yakni memberikan salam, berdoa, lepas sendal dan jangan duduk d atas kuburan.

“Kalau saja kuburan biasa ada adabnya. Begitu juga dengan kuburan nabi,” terangnya.

Bagaimana ziarah ke makam rasulullah, ketika nanti kita nerziarah, salat arah mimbar, nantibkita temui kuburan rasulullah.

Setelah memberikan salam kepada Rasulullah SAW, jemaah bersalawat menghadap ke makam Rasulullah. Ketika berziarah tidak boleh mengeraskan suara.

Di akhir kajian, ustadz yang selalu ramah dan memberikan perhatian terhadap jemaah ini, kembali mengingatkan para jemaah umrah Cobig Tour agar tidak mengorbankan sesuatu yang berlebihan yang mengganggu ibadahnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *