Maulana dan Perjalanan Pertamanya Merantau, Berakhir Tragis di Atas Kapal

  • Bagikan

Maulana Purwo Wibowo, lelaki asal Cilacap itu meninggalkan kampung halaman untuk mencari sesuap nasi di Kalimantan. Namun perjalanan pertamanya dengan KM Virgo Transport 8 justru menjadi perjalanan terakhirnya.

Pemuda berusia 19 tahun itu, tinggal bersama kakek dan neneknya. Ia bekerja serabutan untuk membiayai kebutuhan hidupnya. Namun, pemuda lainnya Maulana juga berkeinginan untuk memiliki kendaraan roda dua.

Keinginan terbesarnya itu, pun membawanya merantau Kalimantan. Kepergian Maulana dari kampung halamannya di Cilacap, Jawa Tengah, mungkin awalnya hanya sebuah perjalanan biasa bagi seorang anak muda yang ingin mengubah nasib.

Namun, tak seorang pun menyangka, perjalanan itu justru menjadi perjalanan terakhir dalam hidupnya.

Maulana adalah lelaki asal Cilacap yang untuk pertama kalinya memberanikan diri merantau jauh dari kampung halaman. Bahkan, untuk pertama kalinya pula ia naik kapal.Dari informasi yang beredar, d atas kapal ia berkali-kali manuk laut.

Bagi Maulana, perjalanan dengan kapal itu menjadi pengalaman baru. Ia pergi membawa harapan sederhana bekerja, mendapatkan penghasilan dan suatu hari bisa kembali ke kampung halaman dengan membawa kabar baik untuk keluarganya.

Diketahui, KM Virgo Transport 8 meninggalkan Surabaya menuju Banjarmasin, Sabtu 12 September 2026 sekira pukul 10.30 WIb menuju Banjarmasin.

Namun, pada Ahad 13 September, Kapal yang dibeli dari Jepang itu dinyatakan kehilangan kontak di perairan Masalembo, laut Jawa.

KM Virgo Transport 8 membawa penumpang sebanyak 234 orang, jumlah yang selamat 108 orang dan 64 orang ditemukan dalam kondisi meninggal.

Maulana warga Cilacap, teridentifikasi Tim DVI Polda Kalimantan Selatan pada Senin, 28 September 2026.Dalam saku celananya, ditemukan uang sebesar Rp13.000 dan KTP milik neneknya.

Kabar itu tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga. Anak yang pergi merantau untuk mencari rezeki, justru kembali bukan dengan langkah kakinya sendiri.
Ia pulang dalam keadaan tak bernyawa.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *