MAKASSAR – Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menekan angka kemiskinan dan stunting kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pada 29 Mei 2026, Kota Makassar menerima penghargaan atas capaian dalam upaya penanggulangan dua persoalan strategis tersebut pada sebuah ajang nasional yang digelar di Kendari.
Penghargaan itu diterima langsung oleh Munafri Arifuddin sebagai representasi keberhasilan berbagai program yang dijalankan pemerintah kota secara berkelanjutan.
Munafri menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan banyak pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader di lapangan, hingga partisipasi aktif masyarakat. Berbagai program intervensi dilakukan secara terintegrasi, mencakup edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta penguatan layanan kesehatan ibu dan anak.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang dibangun selama ini mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala DPPKB Kota Makassar, Irwan Bangsawan, menyebut apresiasi yang diterima menjadi dorongan bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting.
Menurut Irwan, indikator yang dimiliki pemerintah daerah menunjukkan tren yang menggembirakan. Berdasarkan pemantauan rutin, angka stunting di Kota Makassar terus mengalami penurunan dalam beberapa periode terakhir.
Meski demikian, kata dia, pemerintah kota tetap menunggu hasil survei resmi yang dilakukan pemerintah pusat untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi stunting terkini.
“Data yang kami miliki menunjukkan adanya penurunan dari bulan ke bulan. Namun untuk angka resmi, kami masih menunggu hasil survei nasional yang rencananya dilaksanakan pada Juli atau Agustus mendatang,” jelasnya.
Selama menunggu hasil survei tersebut, Pemkot Makassar tetap melakukan pemantauan berkelanjutan melalui sistem Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) yang dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan.
Melalui sistem tersebut, perkembangan status gizi masyarakat dapat dipantau secara berkala sehingga pemerintah memiliki dasar yang kuat dalam menentukan langkah intervensi yang tepat sasaran.
Irwan menilai, tren positif yang terlihat dalam data EPPGBM menjadi sinyal bahwa berbagai program yang dijalankan selama ini mulai menunjukkan hasil. Namun demikian, pihaknya menegaskan bahwa upaya pencegahan dan penanganan stunting akan terus diperkuat agar target penurunan prevalensi stunting dapat tercapai secara berkelanjutan.
Dengan penghargaan yang diraih di tingkat nasional tersebut, Kota Makassar semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang konsisten membangun kualitas sumber daya manusia melalui pengentasan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting. Pemerintah kota berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan program-program yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.










