JENEPONTO_Direktorat Kebijakan Strategi Bidang Peningkatan Akses dan Kualitas Pembangunan dan Pelayanan Keluarga Kemendukbangga/BKKBN Pusat bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Kajian Strategis Optimalisasi Peran Kader Pendamping di Kabupaten Jeneponto, Rabu (19/11/2025).
Kegiatan berlangsung secara luring dan daring, serta diikuti berbagai unsur perangkat daerah. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto dr. H. Andi Syafruddin, Tim Tenaga Ahli Bidang Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Nur Aeni, S.Gz, Kepala SPPG Muhammad Ridwan, perwakilan Yayasan SPPG, pengawas pengantaran, perangkat desa dan kelurahan, Penyuluh KB/PLKB, pengelola Program Dahsat, Kader TPK, serta penerima manfaat B3.
Perwakilan Direktorat Kebijakan Strategis BKKBN Pusat, Dr. Maya Lestari, dalam sambutannya menegaskan bahwa FGD ini menjadi bagian penting dalam mengukur seberapa efektif peran kader pendamping di lapangan.
“Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan MBG 3B berjalan optimal. Kader pendamping adalah ujung tombak, sehingga tantangan dan kebutuhan mereka harus dipetakan dengan jelas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan Shodiqin menyampaikan bahwa penggunaan teknologi seperti Aplikasi SIPENTING menjadi instrumen penting dalam monitoring.
“Aplikasi SIPENTING membantu memastikan akurasi data dan efektivitas distribusi paket gizi. Kita harus mendorong kader agar semakin familiar dengan sistem ini,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto dr. H. Andi Syafruddin juga menambahkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat layanan gizi bagi masyarakat.
“Upaya penurunan stunting membutuhkan gerakan bersama. Distribusi gizi harus tepat sasaran, dan edukasi kepada ibu hamil serta ibu menyusui harus terus digencarkan,” jelasnya.
FGD ini bertujuan mengidentifikasi efektivitas pelaksanaan MBG 3B, memetakan kapasitas dan tantangan kader pendamping, hingga menggali kondisi implementasi di lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga difokuskan pada penguatan mekanisme pemantauan berbasis kader dan posyandu.
Dengan hadirnya berbagai unsur teknis dan lapangan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas sistem distribusi paket gizi serta memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Jeneponto.
