MAMUJU, timurindonesia.com–Bisa berangkat ke tanah suci untuk menunaikan rukun Islam yang ke-5, merupakan impian seluruh umat Islam. Tidak heran jika sebagian besar orang menyisihkan uangnya untuk menabung haji.
Hanya saja kuota haji Indonesia terbatas sehingga harus menunggu lama, sebab antrian haji reguler sangat panjang.
Kesempatan ini, yang dilirik banyak travel. Banyak travel haji dan umrah menawarkan paket haji plus, dengan membayar ratusan juta jemaah langsung berangkat.
Tetapi, banyak juga travel yang tidak amanah, visa belum keluar namun mereka sudah meyakinkan jemaah bisa berhaji.
Travel yang tidak amanah inilah, yang merugikan jemaah. Seperti halnya yang menimpa delapan orang warga Sulbar.
Niat berangkat haji tanpa harus menunggu lama ternyata hanya sampai Jakarta.
Dalam video yang beredar di media sosial yang diunggah akun Instgram @makassarinfo.
Travel yang didatangi jemaah sebuah ruko berwarna hijau, pintu warna orange. Di atas pintu tertulis Zahira Wisata Tour.
Seorang ibu, meluapkan kekesalannya sambil berteriak “Jangan mendaftar di travel ini, penipu,” teriak ibu yang memakai kerudung merah.
Merasa sangat dirugikan, delapan orang calon melaporkan ke Polda Sulbar.
Salah seorang jemaah atas nama Baso, menceritakan ke sejumlah media, dia dan istrinya membayar sebanyak Rp230 juta.
Ternyata mereka hanya sampai Jakarta sebab visa hajinya tidak terbit. “Kami sangat dirugikan. Bagaimana uang kami kembali,” katanya.
Sementara istrinya, mengatakan tidak pernah curiga dengan travel tersebut sebab sudah sering membawa jemaah umrah. Ketika dia ditawarkan haji sebesar Rp185 juta dan langsung berangkat, hatinya sangat senang.
Niatnya untuk berhaji bisa terkabul tahun ini, dia dan suaminya pun mulai menyicil ke travel sejak awal Januari 2024 dan lunas sesuai yang diminta travel. Awal Juni akhirnya mereka berangkat ke Jakarta, sebelumnya sempat menginap di sebuah hotel di Makassar selama tiga hari.
Tiba di Jakarta, delapan orang warga Mamuju ini, menunggu lagi selama tiga hari, mereka menginap di hotel.
Saat itulah, pihak travel memberitahu jika tidak bisa berangkat ke tanah suci sebab visa yang ada hanya visa ziarah bukan visa haji.










