Astagfirullah! Drone Bom Kapal Utama Kemanusiaan Global Sumud Flotilla

  • Bagikan

Tunisia–Astgafirullah, kapal utama kemanusiaan Global Sumud Flotilla, terbakar diduga akibat serangan drone Bom. di Pelabuhan Sidi Bou Said, Senin(8/9/2025).

Kapal yang terbakar tersebut merupakan, salah satu kapal aktivis lingkungan Greta Thunberg yang akan membawa bantuan kemanusiaan, dia diserang Drone saat sandar di pelabuhan Tunisia.

Tempat berkumpulnya kapal para aktivis sebelum berangkat menuju wilayah Gaza. Serangan tersebut menghancurkan satu kapal, tetapi seluruh penumpang dilaporkan selamat.

Terbakarnya salah satu kapal ini, menyebabkan banyak bagian kapal yang rusak. Pelampung hangus terbakar, dan menimbulkan kepanikan para penumpang juga para aktivis dan relawan yang akan berlayar ke Gaza.

Dari sejumlah informasi di akun instagram relawan yang saat ini berada di Tunisia menjelaskan bahwa ledakan bom dari drone memicu kepanikan. Namun, tidak ada korban dalam insiden tersebut. Api langsung dipadamkan dan pelabuhan disterilkan.

Serangan tersebut bukan pelanggaran kedaulatan Tunisia, tapi bentuk intimidasi terhadap gerakan kemanusiaan yang berusaha mematahkan blokade Gaza.

Namun, kondisi tersebut tidak mematahkan semangat para aktivis kemanusiaan untuk tetap berlayar menembus blokade Gaza. Bagi para relawan, serangan tersebut hanya sebagai pengingat bahwa jalan menuju kemanusiaan tidaklah mudah, penuh tantangan dan bahaya.

International Global Sumud Flotilla merupakan aksi kampanye akbar para relawan kemanusian dan aktivis internasional untuk menembus blokade Gaza.

Sebelumnya, Ketua Indonesia Global Peace Convoy, Muhammad Husein, mengatakan seharusnya kapal-kapal itu sudah berlayar ke Gaza pada 4 September 2025, sesuai kesepakatan bersama.

Namun tertunda karena adanya beberapa kendala teknis di lapangan yang harus segera ditangani demi keselamatan armada dan seluruh relawan.Dijadwalkan kembali tanggal 10 September 2025. Para relawan kembali menunda keberangkatan atas peristiwa terbakarnya kapal utama.

Menurutnya, meskipun kapal yang diserang tidak parah tetap saja melanggar konstitusi internasional juga melanggar juga kedaulatan Tunisia. “Apalagi yang diserang kapal sipil yang tidak bersenjata,”katanya.

Katanya, serangan tersebut merupakan teror agar gerakan berlayar ke Gaza tidak jadi. Tetapi, mereka salah justru dengan adanya kejadian tersebut, semakin membakar semangat para aktivis untuk melanjutkan perjalanan menembus blokade Gaza.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *