Pengiriman Tiga Ton per Bulan
Oleh : Andi Amriani
Memulai usaha tentunya tidak mudah juga tidak begitu sulit. Intinya, didasari kemauan dan kesabaran yang tinggi.
Sebab dalam menjalani usaha tidak selamanya berjalan mulus. Berbagai rintangan dihadapi, misalnya ketika sedang semangatnya membangun usaha, tiba-tiba macet di tengah jalan karena berbagai hal. Padahal modal habis puluhan juta.
Disitulah terkadang banyak pengusaha kecil yang memilih mengakhiri usahanya, sementara dana yang mereja habiskan sudah banyak.
Di Malili, Luwu Timur, sejumlah pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) sudah bisa dikatakan berhasil. Produk yang mereka buat, Kripik Pisang Tanduk Mamali mampu menembus market retail di Makassar.
Produk kripik pisang dibawah binaan Program Terpadu Pengembangan Masyarakat (PTPM) Sari Raos tersebut dapat menembus market retail, atas dukungan PT Vale. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, dan Asosiasi UKM Mutiara Timur Cabang Luwu Timur melalui program strategi hilirisasi UKM.
Merekalah yang memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan pasarnya.
Sehingga secara resmi, pengiriman perdana produk cemilan sehat berbahan dasar pisang tanduk ini, dilakukan dengan melepas ke market sebanyak tiga ton.
Usaha keripik pisang berbahan baku pisang tanduk ini mulai dirintis Bertin sejak tahun 2006. Artinya sudah 12 tahun, saat pertama kali dibuat produknya baru dipasarkan di Sorowako dan sekitarnya dengan sasaran toko-toko kecil dan rumah tangga.
Kondisi itupulalah yang membuat Bupati Luwu Timur Thoriq Husler bangga atas hasil kerja keras UMKM. Bahkan pihaknya berharap BUMD dan BUMDes bisa menangkap peluang sebagai mitra industri UKM.
Saat ini komoditas pisang tanduk paling potensial di Luwu Timur. Dalam tiga bulan pertama, Mamali Sari Raos menargetkan pengiriman produk sebanyak tiga ton per bulan.
Seperti yang diungkapkan Ketua Asosiasi UKM Mutiara Timur, dii bulan keempat, target naik menjadi 10 ton. Kenaikan volume produksi akan diimbangi dengan penyiapan lahan untuk perkebunan pisang tanduk, di Luwu Timur.
Manajemen PT Vale, Laode Muhammad Ichman juga berharap, produk lokal tersrbut dapat terus berkembang, apalagi kehadirannya sangat memberikan dampak besar terhadap semuan sektor.
Salah satunya, pasokan bahan baku yg diperoleh dari petani dengan memanfaatkan peran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Sehingga kedepannya akan dilakukan standarisasi produk dan produksi yang rencana bekerjasama dengan Badan Standar Nasional (BSN). Untuk pelabelan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi 45 kelompok usaha melalui proses penguatan pendampingan.
Selain itu, akan dilakukan penerapan good manufacturing practice kepada pelaku usaha.










