Makassar – TP PKK Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran kader dan mengoptimalkan layanan Posyandu dalam mendukung keberhasilan Aksi Stop Stunting di daerah. Penegasan ini disampaikan Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, usai mengikuti kegiatan Persamaan Persepsi Petunjuk Teknis Aksi Stop Stunting yang digelar TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (11/8/2025).
Mengikuti kegiatan secara daring dari Ruang Billateral Kantor Wali Kota Makassar, Melinda menyampaikan bahwa keberhasilan penurunan angka stunting membutuhkan kerja sama yang solid antara kader, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat. “Kader Posyandu adalah ujung tombak. Mereka yang akan memastikan pemantauan ibu hamil dan tumbuh kembang anak berjalan tepat waktu,” ujarnya.
Kegiatan yang dipimpin langsung Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina, memaparkan strategi menurunkan prevalensi stunting menjadi 21,79% pada tahun 2025. Program mencakup pencegahan dan penanganan gizi buruk melalui Rumah Gizi, dengan sasaran balita 6–23 bulan dan ibu hamil yang mengalami masalah gizi.
Dalam penjelasannya, Naoemi menekankan pentingnya Posyandu yang terjadwal rutin, kader memahami 25 kompetensi dasar, serta pemantauan aktif di lapangan. “Jika sinergi dan koordinasi bagus, hasilnya akan bagus,” katanya.
Melinda Aksa pun memastikan bahwa TP PKK Makassar akan segera menyinergikan program dengan Dinas Kesehatan dan perangkat kelurahan, termasuk memastikan ketersediaan data akurat, pendampingan edukasi gizi, serta distribusi makanan tambahan sesuai prosedur.
Dengan dukungan penuh dari seluruh pengurus dan kader di kecamatan hingga kelurahan, TP PKK Makassar berharap target penurunan stunting bisa tercapai dan memberikan dampak nyata bagi generasi masa depan.
