Satu-Satunya Kandidat Perempuan, Kak Ochy Ajak Alumni UI Sulsel Merawat Kebersamaan

  • Bagikan

MAKASSAR— Menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) I Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Sulawesi Selatan pada 17 Oktober 2026, Fauziah Zulfitri, S.Psi., M.M., PCC, yang akrab disapa Kak Ochy, membawa pesan tentang pentingnya menjaga kebersamaan, menghargai perbedaan, dan membangun organisasi alumni yang inklusif.

Sebagai satu-satunya kandidat perempuan dalam pemilihan Ketua ILUNI UI Sulawesi Selatan, Kak Ochy memilih menempatkan pencalonannya sebagai ruang untuk mempertemukan gagasan, memperluas persahabatan, dan memperkuat kontribusi alumni bagi masyarakat.

Baginya, perbedaan pilihan dalam sebuah proses demokrasi organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, hubungan baik dan rasa saling menghormati antarsesama alumni harus tetap menjadi sesuatu yang dijaga bersama.

“Bagi saya, pemilihan ketua adalah bagian dari proses organisasi. Kita boleh memiliki pilihan, pandangan, dan harapan yang berbeda. Tetapi setelah proses ini selesai, kita tetap alumni Universitas Indonesia yang memiliki rumah dan tanggung jawab bersama. Persaudaraan kita tentu jauh lebih panjang daripada sebuah kontestasi,” ungkap Kak Ochy.

 

Hadir dengan Pengalaman, Membawa Semangat Kebersamaan

 

Kak Ochy memiliki latar belakang sebagai profesional korporasi, pengusaha, Leadership Coach, dan Executive Mentor. Ia membangun karier lebih dari dua dekade di berbagai perusahaan nasional dan multinasional sebelum mendirikan Insight Indonesia di Makassar pada 2016.

Pengalaman memimpin dalam lingkungan korporasi, mengembangkan organisasi, serta mendampingi para pemimpin dan pelaku usaha membentuk pandangannya bahwa kepemimpinan membutuhkan keseimbangan antara empati dan ketegasan.

Menurutnya, seorang pemimpin perlu memiliki kemampuan mendengarkan dan memahami perbedaan, sekaligus keberanian mengambil keputusan, menjaga disiplin, serta memastikan setiap amanah dijalankan secara profesional.

“Kehangatan tidak berarti kehilangan ketegasan. Kita bisa berbeda pendapat dengan tetap saling menghormati. Kita bisa bekerja dengan standar yang tinggi tanpa kehilangan empati. Justru di situlah kematangan kepemimpinan diuji,” ujarnya.

Dengan latar belakang profesional yang tidak dibangun melalui karier partai politik maupun akademik, Kak Ochy ingin membawa pengalaman praktisnya dalam mengelola manusia, organisasi, dan kinerja ke dalam pengabdian bagi almamater.

 

ILUNI dengan HATI, Rumah Bersama bagi Seluruh Alumni

 

Melalui gagasan ILUNI dengan HATI — Hangat Bersama, Tajam Berdampak, Kak Ochy mengusung visi mewujudkan ILUNI UI Sulawesi Selatan yang hangat, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi anggotanya serta masyarakat Sulawesi Selatan.

Visi tersebut dijabarkan melalui empat misi: Hubungkan, Akselerasi, Tebar Manfaat, dan Integritas.

Ia berharap ILUNI UI Sulawesi Selatan dapat menjadi ruang yang mempertemukan alumni lintas generasi, fakultas, profesi, dan latar belakang; membuka kesempatan untuk saling belajar dan bertumbuh; serta menggerakkan kolaborasi yang bermanfaat bagi daerah.

Kak Ochy juga menekankan pentingnya tata kelola yang transparan, partisipatif, dan akuntabel agar organisasi dapat terus berkembang melampaui masa kepengurusan seseorang.

“Organisasi alumni akan menjadi kuat bukan karena semua orang harus memiliki pandangan yang sama, melainkan karena kita mampu menghargai perbedaan dan menemukan tujuan bersama. Setiap alumni punya pengalaman, kapasitas, dan kesempatan untuk berkontribusi,” tuturnya.

 

Menjaga Persaudaraan Melampaui Kontestasi

 

Menjelang pelaksanaan Muswil, Kak Ochy menyampaikan harapannya agar seluruh tahapan pemilihan berlangsung secara demokratis, santun, terbuka, dan menjunjung tinggi integritas.

Ia mengajak seluruh alumni untuk menjadikan Muswil bukan sekadar momentum memilih pemimpin, tetapi juga kesempatan memperkuat silaturahmi dan membangun fondasi organisasi yang lebih baik.

Bagi Kak Ochy, siapa pun yang kelak memperoleh amanah sebagai ketua, keberhasilan ILUNI UI Sulawesi Selatan tetap membutuhkan dukungan, keterlibatan, dan kontribusi seluruh alumni.

“Saya percaya, niat baik perlu dijalankan melalui cara-cara yang baik pula. Kita ingin membangun organisasi yang hangat, maka proses menuju ke sana pun sepatutnya mencerminkan kehangatan, kedewasaan, dan rasa saling menghormati.”

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan pada akhirnya bukan sekadar tentang mendapatkan kepercayaan, tetapi tentang bagaimana kepercayaan itu digunakan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas.

“Pada akhirnya, bukan siapa yang berdiri paling depan yang paling penting, tetapi seberapa jauh kita bisa melangkah bersama dan seberapa besar manfaat yang dapat kita tinggalkan.”

Melalui pencalonannya, Kak Ochy berharap Muswil I ILUNI UI Sulawesi Selatan menjadi awal dari semakin kuatnya hubungan antarsesama alumni, terbukanya ruang kolaborasi, dan tumbuhnya kontribusi nyata bagi Sulawesi Selatan.

Karena kebersamaan tidak berakhir ketika pilihan telah ditentukan. Justru dari sanalah kerja bersama dimulai.

ILUNI dengan HATI. Hangat Bersama, Tajam Berdampak.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *