Kepala BKKBN Sulsel Tinjau Distribusi MBG 3B di Jeneponto, Pastikan Layanan Gizi Tepat Sasaran

  • Bagikan

JENEPONTO_Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Shodiqin, SH., MM., bersama Kepala Dinas PPKB Kabupaten Jeneponto Siti Meriam, S.STP., M.Si., serta Tim Direktorat Kebijakan Strategi Bidang Peningkatan Akses dan Kualitas Pembangunan dan Pelayanan Keluarga Kemendukbangga/BKKBN, melakukan kunjungan lapangan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bangkala, Kamis (20/11/2025).

Kunjungan tersebut dilakukan di dua desa, yakni Desa Pallengu dan Desa Tombo-Tombolo, untuk melihat langsung proses distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada sasaran program MBG 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

“Kami ingin memastikan bahwa distribusi berjalan sesuai standar, mulai dari dapur SPPG hingga benar-benar diterima dan dikonsumsi oleh sasaran,” ujar Shodiqin saat meninjau dapur SPPG Pallengu.

Kunjungan ini juga bertujuan mengidentifikasi peran dan kapasitas kader pendamping di lapangan yang memegang peran penting dalam pengelolaan dan pendistribusian paket gizi.

Kepala Dinas PPKB Jeneponto, Siti Meriam, menegaskan bahwa keterlibatan kader sangat menentukan keberhasilan program.

“Kader adalah garda terdepan. Mereka memastikan bahwa setiap bantuan gizi sampai tepat waktu dan tepat sasaran,” ujarnya.

Capaian SPPG Sulsel dan Jeneponto

Di tingkat provinsi, BKKBN Sulsel telah membentuk 481 dapur SPPG, dan 131 dapur di antaranya sudah menyalurkan MBG kepada sasaran 3B, dengan total capaian 35.426 orang.

Adapun di Kabupaten Jeneponto, telah terbentuk 39 dapur SPPG, dan 26 dapur sudah aktif menyalurkan makanan bergizi dengan capaian 13.629 orang.

Untuk SPPG Pallengu, yang menjadi lokasi kunjungan, layanan telah menjangkau:23 ibu hamil,30 ibu menyusui,139 balita non-PAUD.

Peran Kader dan Tenaga Lapangan Sangat Krusial

Dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, tenaga lini lapangan menjadi ujung tombak keberhasilan distribusi. Mereka memastikan makanan bergizi benar-benar diterima dan dikonsumsi oleh sasaran.

Di Kabupaten Jeneponto, Kemendukbangga/BKKBN memiliki kekuatan tenaga lapangan yang sangat besar, terdiri atas:83 PKB/PLKB,113 IMP Bangga Kencana,699 Sub IMP Bangga Kencana,798 Kader TPK.

“Dengan jumlah kader dan tenaga pendamping yang besar, Jeneponto memiliki modal kuat untuk memastikan keberlangsungan program MBG hingga ke tingkat desa,” kata salah satu perwakilan Direktorat Kebijakan Strategi BKKBN yang turut hadir dalam kunjungan.

Kunjungan ini diharapkan mendorong peningkatan kualitas layanan gizi serta memastikan peran kader di lini lapangan semakin optimal demi menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.

  • Bagikan
Exit mobile version