Jelajah Sampah Biringkanaya Kumpulkan 47 Kg, DLH Makassar Dorong Kolaborasi Rawat Lingkungan

  • Bagikan

MAKASSAR – Gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat kembali digelar Pemerintah Kota Makassar melalui kegiatan Jelajah Sampah di Kecamatan Biringkanaya. Sebanyak 47 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dan dipilah dalam kegiatan yang diisi dengan aksi plogging, edukasi, penimbangan sampah, talkshow, diskusi lingkungan hingga pameran produk daur ulang.

Dari total sampah yang terkumpul, sebanyak 20 kilogram merupakan sampah organik, 16 kilogram sampah anorganik, dan 11 kilogram sampah residu.

Pemilahan tersebut menjadi bagian penting dari edukasi kepada masyarakat bahwa tidak semua sampah harus berakhir di tempat pemrosesan akhir. Sampah organik masih dapat diolah menjadi produk atau bahan yang bermanfaat, sementara sampah anorganik yang memiliki nilai dapat dimanfaatkan kembali maupun didaur ulang.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diperkenalkan dengan sejumlah metode pengolahan sampah, di antaranya maggot, komposter, eco-enzyme, dan biopori.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan kegiatan di Biringkanaya menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan akan memberikan dampak lebih besar ketika dilakukan secara bersama-sama.

“Apa yang terjadi di Biringkanaya menjadi bukti bahwa kepedulian akan jauh lebih berarti ketika dikerjakan bersama. Pemerintah, warga, komunitas, dan dunia usaha punya peran masing-masing untuk menjaga lingkungan tetap terawat dan membangun kebiasaan baik yang bisa terus dilanjutkan,” ujar Helmy.

Menurutnya, Jelajah Sampah tidak sekadar mengajak masyarakat mengenali jenis sampah, tetapi juga memahami langkah yang dapat dilakukan setelah sampah dipilah.

Melalui edukasi tersebut, masyarakat diajak melihat persoalan sampah sekaligus mengenali berbagai solusi yang dapat diterapkan mulai dari lingkungan rumah tangga.

Kegiatan Jelajah Sampah di Biringkanaya juga diperkuat dengan dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) BSI Maslahat senilai Rp75 juta. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung kegiatan pelestarian lingkungan di wilayah Biringkanaya.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, melainkan membutuhkan dukungan masyarakat, komunitas, lembaga sosial, serta dunia usaha.

Helmy menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keberlanjutan gerakan lingkungan sangat bergantung pada konsistensi semua pihak dalam mempertahankan kebiasaan baik setelah kegiatan selesai.

“Terima kasih untuk semua pihak yang sudah mengambil bagian dalam gerakan ini. Mari ki’ terus rawat semangat kolaborasinya, karena perubahan yang bertahan lama lahir dari banyak tangan yang mau bergerak bersama,” katanya.

Dengan terkumpulnya 47 kilogram sampah yang kemudian dipilah berdasarkan jenisnya, kegiatan Jelajah Sampah di Biringkanaya diharapkan menjadi pemicu perubahan perilaku masyarakat.

Dari edukasi, gerakan tersebut diharapkan berlanjut menjadi aksi nyata di lingkungan masing-masing, mulai dari memilah sampah dari rumah, mengolah sampah organik, memanfaatkan kembali sampah anorganik hingga memastikan sampah residu dikelola melalui jalur yang tepat.

  • Bagikan
Exit mobile version